Home / Headline / Olahraga

Rabu, 4 Oktober 2017 - 19:08 WIB

15 Klub Ancam Berhenti Bertanding di Liga 1, Ini Alasannya

Forum Klub Sepakbola Profesional Indonesia (FKSPI), Bento sedang memegang mic memberikan keterangan kepada awak media di Bloeming FX Senayan, Jakarta, Rabu (4/10/2017). Foto: Adien / Suarapena.com

Forum Klub Sepakbola Profesional Indonesia (FKSPI), Bento sedang memegang mic memberikan keterangan kepada awak media di Bloeming FX Senayan, Jakarta, Rabu (4/10/2017). Foto: Adien / Suarapena.com

SUARAPENA.COM – Sebanyak 15 klub sepakbola yang tergabung dalam Forum Klub Sepakbola Profesional Indonesia (FKSPI) ancam berhenti bertanding sementara. Aksi boikot Liga 1 Gojek Traveloka 2017 dilakukan jika tak ada itikad baik dari pihak PT. Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menjelaskan tiga aspek yang disorotinya.

Tiga aspek yakni aspek bisnis, aspek legal, dan aspek teknis yang ada saat ini dinilai jauh dari kesepakatan sejak awal sebelum liga berjalan.

“Apabila dalam waktu 14 hari Liga Indonesia Baru tidak mengembalikan surat perjanjian yang sudah kami serahkan di awal kompetisi, maka kami bersepakat untuk berhenti berkompetisi sementara waktu,” kata Bento Madubun pemilik klub Persipura, dalam konferensi pers di Bloeming FX Senayan, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Menurutnya, rentang waktu 14 hari atau dua minggu sudah cukup panjang bagi LIB untuk menunjukkan itikad baiknya. Itikad baik dalam hal ini yakni menjelaskan adanya kerancuan pada aspek bisnis, aspek legal, dan aspek teknis yang dinilai tidak berjalan sesuai kesepakatan.

Baca juga:  Safrial Resmikan Turnamen Bupati Cup Tahun 2018

Dengan tidak adanya transparansi dari LIB, lanjutnya, ini menunjukkan tidak adanya kemajuan tata kelola yang baik. Padahal, kemajuan persepakbolaan di Indonesia sangat diharapkan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dan Presiden RI Joko Widodo.

Baca juga:  Soal Meikarta, Ini Kata Petinggi Lippo dan Tokoh Nasional

Sementara Gede Widiade dari Persija dan Bhayangkara FC membeberkan apa saja kerancuan dari tiga aspek yang tengah disoroti FKSPI.

Gede mengungkapkan, dalam aspek bisnis ada 7 poin yang berubah dari sejak awal kesepakatan dengan kenyataan saat ini.

“Dari jadwal waktu pertandingan saja sudah tidak mempertimbangkan asas pemerataan, ada klub yang main di hari biasa, tapi ada juga yang selalu dapat jadwal waktu bertanding di akhir pekan,” ujarnya.

Poin lainnya yang menjadi sorotan dalam aspek bisnis diantaranya breakdown sumber dana, hingga transparansi jumlah sponsor.

Selain itu, dari aspek legal yang paling disoroti adalah legal standing hubungan antara LIB dengan klub, serta pada aspek teknis mengenai penugasan wasit asing yang dilakukan tanpa adanya koordinasi dan diskusi bersama klub peserta liga.

Baca juga:  Rancangan Dubai, IECC Landmark Meikarta Termegah di Indonesia

Achmad Haris dari Sriwijaya FC menyebut 15 klub yang tergabung dalam FKSPI adalah Persija Jakarta, Bhayangkara FC, Arema FC, Borneo FC, PSM Makassar, Persiba Balikpapan, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Persegres Gresik United, Persipura Jayapura, Perseru Serui, Barito Putera, Semen Padang, dan Madura United.

Sementara tiga klub lainnya yang belum bergabung dalam FKSPI yaitu Persib Bandung, PS TNI dan Bali United. (sng)

Share :

Baca Juga

Headline

Penyuluhan Anti Narkoba dan Pola Hidup Sehat Warnai MPLS SMKN 15
Istiqomah Dalam Ketenangan - Oleh Thufail Al Ghifari

Headline

Istiqomah Dalam Ketenangan
Ngarak Nganten Sunat di Lebaran Betawi Pondokmelati

Headline

Ngarak Nganten Sunat Jadi Tema Lebaran Betawi Pondokmelati

Headline

Bekraf Ingin Berkontribusi bagi Perkembangan Film Indonesia
Usia 45 Tahun, DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Deklarasikan HASANAH

Headline

Usia 45 Tahun, DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Deklarasikan HASANAH
Gerakan Peduli Yatim Jadi Program Baru Kota Bekasi dari Bengkulu

Headline

Gerakan Peduli Yatim Jadi Program Baru Kota Bekasi dari Bengkulu
Jalan Tol Pandaan-Malang Disebut Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Headline

Jalan Tol Pandaan-Malang Disebut Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah
abdul manan, tokoh ulama

Headline

Tak Bisa Sampaikan Aspirasi Langsung, Tokoh Ulama dan Masyarakat Kecewa