Selasa, November 8, 2022

Dewan Nilai Rekanan Tak Profesional Kerja

SUARAPENA.COM – Anggota DPRD Tanjab Barat, Syaifuddin menilai rekanan tak profesional kerja. Pasalnya, Kegiatan Pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan Patunas yang bersumber APBD-P Tahun 2018 Kabupaten Tanjabbar dengan nilai Pagu Rp. 7.000.000.000,00 yang dimenangkan oleh PT. PILI AND TRIS SUNAS dengan penawaran Rp. 6.736.300.000,00 masih berjalan.

Proyek tersebut sempat menjadi perbincangan dikalangan warga sekitar. Sebab saat awal pengerjaannya, pihak rekanan menutup Jalan sepenuhnya dan akibatnya warga yang biasa berdagang tidak bisa lagi menjual dagangannya. 

Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, H. Syaifuddin pun angkat bicara mengenai hal ini. DPRD pun sudah mewanti-wanti akan pekerjaan tersebut, karena sudah pernah turun melakukan pengawasan pada Desember tahun lalu agar selesai sesuai kontrak.

“Pengawasan dari DPRD beberapa waktu lalu sudah turun ke lokasi waktu akhir Desember lalu. Didampingi oleh Kabid Bina Marga,” ujarnya. 

Ditambahkannya menurut keterangan kabid bina marga jika memang tidak selesai saat Desember lalu Maka menurut kabid bina marga ada aturan yang untuk memperpanjang kontrak.

“Boleh memperpanjang kontrak cuma bayar mereka nanti. Dan ada aturannya tapi itungannya itu ada yang mengerti Dinas PU,” tambahnya. 

Saat ditanyai tanggapan profesional dari perusahaan PT Pili And Tris Sunas dalam mengerjakan proyek APBD-P kabupaten Tanjung Jabung Barat, dirinya merasa menyesalkan dengan kegiatan yang dilaksanakan sedemikian rupa. 

Baca juga:  Polri Didesak Selesaikan Kasus Pelarian Harjid Singh

“Menurut saya PT yang mengerjakan tersebut tidak profesional. ada beberapa titik yang saya mendapati laporan, bahwa ada dugaan drainase yang bawahnya tidak di cor. Ada dokumen foto-foto yang diberikan kepada saya, dari beberapa orang,” tegasnya.

Maka dari itu, pihaknya akan segera melakukan pengawasan di bulan Januari 2019 terkait pengerjaan proyek yang dibangun pada tahun 2018.

Baca juga:  Rehab Tanggul Tanjung Pasir Diduga Dikerjakan Asal Jadi

“Nah nanti saya bersama komisi akan mengecek kebenaran itu, sama-sama lah kita turun melihat kelapangan. Nanti akan kita panggil mereka pada waktu itu,” tutupnya.

Sementara pihak Dinas terkait yaitu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Binamarga PUPR saat disambangi di ruangannya, tidak berani banyak berkomentar.

“Semenjak habis kontrak, kami tidak ikut lagi dalam pekerjaan itu. Jadi  habis kontrak ya habislah sudah hubungan kami sama rekanan. Sekarang rekanan kerja ya itu urusan dia. Untuk lebih jelasnya, temui saja langsung Kabid-nya, saya hanya bawahan, saya tidak berani membuat statement. Temui saja langsung Kabid-nya, biar lebih jelas seperti teknis pekerjaan dan kebijakannya”, kelitnya. 

Berdasarkan pantauan dilokasi pekerjaan tersebut terlihat pekerja masih melakukan pengecoran Drainase dan lebih parahnya lagi banyak ditemukan retak-retak. (bin)

Berita Terbaru