Senin, Oktober 3, 2022

Rayakan HUT Jateng ke 72, Atiqoh Ganjar Flashmob Jaranan

SUARAPENA.COM – Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hanyut dalam liak-liuk dan enerjiknya gerakan penari kuda lumping di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Minggu (14/8/2022). Atikoh turut serta pada flashmob yang diikuti ribuan penari jaranan.

Start pukul 05.30 WIB dari rumah jabatan Gubernur Jateng, Atikoh menyelesaikan rute lari paginya di Lapangan Pancasila, Simpanglima. Sekitar pukul 07.00 WIB, Atikoh bergabung dengan para penari kuda lumping yang sudah bersiap di momen car free day itu.

Diiringi gamelan, Atikoh tampak semringah mengikuti tiap gerak dari para penari. Tak tampak canggung, Atikoh menikmati momen flashmob yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Tengah.

“Ini pertama kali saya ikut, waktu itu di Solo ikut tapi nggak pakai kuda lumpingnya. Ternyata lumayan berat ya,” tutur Atikoh ditemui seusai acara.

Baca juga:  Rencana Pemerintah Naikan Tarif Pajak Disoal DPR

Ketua TP PKK Jawa Tengah itu merasa senang dan asyik bisa turut serta dalam kemeriahan HUT Jateng. Gerakan tari Jaranan, menurutnya, sederhana tapi bermanfaat.

“Tadi kan gerakan gerakannya terlihat sederhana, tapi kalau untuk lari bisa manfaat untuk strength, gerakan satu kaki, flexibility, stability atau keseimbangan. Itu luar biasa,” kata Atikoh.

Dia berharap di usia ke-72, masyarakat Jawa Tengah makin tumbuh kecintaannya pada budaya. Acara ini, selain untuk melestarikan juga mengenalkan pada anak muda salah satu warisan budaya di Jawa Tengah.

Di momen ini, Atikoh juga mengajak masyarakat terlibat aktif dalam menghadapi krisis yang terjadi. Pandemi yang berangsur-angsur melandai, katanya, jadi pengalaman untuk lebih baik lagi.

“Jawa Tengah bisa semakin mandiri, ke depan juga masyarakat bisa bergotong royong ikut (berpartisipasi) keluar dari krisis dan pandemi yang dua tahun ini membebani kita. Semua tentu harus bisa antisipasi karena kondisinya memang harus kita mau nggak mau, dan suka tidak suka harus kerja keras dan tentu saja gotong royong,” tandasnya.

Baca juga:  Perayaan Imlek di Kelenteng Kong Ling Bio Temanggung Dibatasi

Salah satu penari asal Wonosobo, Anin merasa senang bisa turut berpartisipasi dalam acara ini. Rasa haru, bangga dan grogi bercampur dalam benak Anin yang mempersiapkan diri dalam dua hari.

“Rasanya senang, bangga, grogi juga tadi. Ini pengalaman baru,” kata Anin.

Anin yang menari bersama Siti Atikoh juga grogi. Menurutnya, Atikoh tampak luwes mengikuti gerakan tarian. Anin juga senang karena masyarakat yang datang di CFD sangat antusias.

Baca juga:  Wacana KTP dan KK Jadi Identitas Digital, Komisi II: Jangan Tergesa-gesa

“Ibu tadi luar biasa banget, bisa mengikuti. Terharu, bangga karena masyarakat awam bisa ikut serta,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Mirza dan Levi, penari asal Parakan, Temanggung. Usai acara keduanya juga jadi sasaran masyarakat untuk bisa berfoto bersama. Mirza senang bisa berpartisipasi dalam HUT ke-72 Jateng.

“Senang banget, semangat. Bangga bisa ikut main di sini, sama bareng-bareng semua rombongan kesenian dari berbagai daerah,” ujarnya.

Selain flashmob jaranan, acara HUT Jateng juga dimeriahkan dengan gamelan serta tari kuda lumping kolosal. Sebanyak 1.059 seniman desa berpartisipasi dalam acara itu.

Selain itu juga ditampilkan sejumlah tarian nusantara. Mulai dari Papua, Aceh hingga Sulawesi. Masyarakat pun hanyut dalam keseruan tari jaranan dan alunan musik gamelan yang memadati Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang. (sng/hms)

Latest Articles