Rabu, November 30, 2022

KTT di Bali telah Usai, G20 Indonesia Hasilkan Deklarasi Bersama

Suarapena.com, BALI – Setelah melewati Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) selama dua hari di Bali, rangkaian G20 di bawah presidensi Indonesia resmi berakhir.

“Dengan ini saya nyatakan KTT G20 di Bali Indonesia ditutup,” ujar Presiden menutup rangkaian KTT yang berlangsung di Hotel The Apurva Kempinski, Bali, Rabu (16/11/2022).

Dalam pernyataan persnya di Media Center G20 Bali, Jokowi menyatakan Presidensi G20 Indonesia berhasil menghasilkan deklarasi bersama yang dinamai G20 Bali Leaders’ Declaration.

Deklarasi tersebut terdiri dari 52 paragraf. Dari sejumlah paragraf itu, terdapat satu paragraf yang sangat diperdebatkan, yaitu terkait pernyataan sikap terhadap Perang di Ukraina.

Baca juga:  Jokowi: TNI dan Rakyat Seperti Air dan Ikan,Tak Bisa Dipisahkan

Meski begitu, melalui diskusi yang cukup alot para pemimpin G20 sepakat mengecam perang tersebut lantaran dianggap telah melanggar batas dan integritas wilayah.

“Perang ini telah mengakibatkan penderitaan masyarakat dan memperberat ekonomi global yang masih rapuh akibat pandemi yang menimbulkan risiko terhadap krisis pangan, krisis energi, dan potensi krisis finansial,” ungkapnya.

Selain deklarasi bersama, Jokowi menyampaikan bahwa KTT G20 juga menghasilkan sejumlah capaian konkret. Diantaranya terbentuknya pandemic fund yang sampai hari ini mencapai 1,5 miliar Dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga:  Presiden Instruksikan Jajarannya Antisipasi Krisis Pangan dan Energi

Lalu pembentukan dan operasionalisasi resilience and sustainability trust (RST) di bawah Dana Moneter Internasional (IMF) sejumlah 81,6 miliar Dolar AS untuk membantu negara-negara yang menghadapi krisis.

Dan capaian lainnya terkait energy transition mechanism, yang di mana Indonesia memperoleh komitmen dari just energy transition partnership (JETP) sebesar 20 miliar Dolar AS.

“Komitmen bersama setidaknya 30 persen dari daratan dunia dan 30 persen lautan dunia dilindungi di tahun 2030. Ini sangat bagus. Dan melanjutkan komitmen mengurangi degradasi tanah sampai 50 persen tahun 2040 secara sukarela,” pungkasnya. (Bo/Skb)

Berita Terbaru