Home / Headline / Parlemen & Politik

Kamis, 27 Juli 2017 - 16:35 WIB

3 Hari Ditahan Perusahaan, 5 Buruh Ini Dibebaskan Anggota Dewan

Tim Sidak DPRD Kabupaten Bekasi saat melakukan bertemu dengan bagian legal perusahaan penahan buruh. Foto: Ars/Suarapena.com

Tim Sidak DPRD Kabupaten Bekasi saat melakukan bertemu dengan bagian legal perusahaan penahan buruh. Foto: Ars/Suarapena.com

SUARAPENA.COM – Sejak Senin (24/7/2017) lalu, 5 orang buruh ditahan pihak perusahaan, mendengar aduan ini, akhirnya pihak DPRD Kabupaten Bekasi melakukan inspeksi mendadak pemebebasan, Rabu (26/7/2017) malam. Perusahaan yang melakukan penahanan buruh diketahui adalah PT. Arta Boga Cemerlang Jl. Kruing 2 Kawasan Industri Delta Silicon, Cikarang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

5 orang buruh PT. Arta Boga Cemerlang‎, masing-masing Samsudin, Darmawan, Agus, Didi dan Jamal, yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari perusahaan tempatnya bekerja.‎

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Ketua Komisi IV, Anden, beserta dua anggota Komisi IV, Nyumarno dan Nurdin Muhidin untuk membebaskan 5 buruh yang ditahan perusahaan.

“Kerja ada aturannya, 8 jam per hari. Kalau lembur juga ada aturan mainnya, harus ada kesepakatan antara pekerja dan pemberi kerja,” tegas Nyumarno dengan nada tinggi.

Terkait dengan adanya permasalahan di dalam perusahaan, kata dia, sepatutnya pihak perusahaan melakukan upaya hukum terhadap pekerja, bukan melakukan penahanan sehingga pihak perusahaan diduga kuat telah melakukan tindak pidana sesuai dengan pasal 338 KUHP tentang Perampasan Kemerdekaan Seseorang.

Baca juga:  Rebut Kembali Kejayaan Islam, Kemenag RI Helat Kompetisi Robotik Madrasah 2020

“Sesuai dengan Undang Undang yang berhak melakukan penahan itu adalah penegak hukum seperti kepolisian atau kejaksaan. Ini jelas pelanggaran dan harus diproses hukum, pelakunya, pemberi kerjanya, pemilik pabriknya semua bisa kena ancaman pidana. Ini tidak main-main, hukumannya bisa mencapai 8 hingga 12 tahun penjara,” terangnya dia.

Baca juga:  Lawan Bali United Besok, Evan Dimas: Bhayangkara FC Harus Menang

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Anden mengatakan, dengan adanya penahanan buruh di dalam perusahaan, ini menjadi catatan agar setiap pengusaha, khususnya di Kabupaten Bekasi agar tidak bertindak semena-mena terhadap buruh. Apalagi sampai melanggar ketentuan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami tidak melarang pengusaha untuk berinvestasi di Kabupaten Bekasi, tetapi tolong ikuti ketentuan sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” kata dia.

Ia pun menyoroti lemahnya pengawasana yang dilakukan Balai Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah II sehingga persoalan yang dialami oleh para buruh PT. Arta Boga Cemerlang‎ bisa terjadi.

Baca juga:  Ribuan Honorer Beraksi, DPRD Kabupaten Bekasi Lakukan Ini

“Kami berharap Balai pengawas Ketenagakerjaan bisa lebih maksimal lagi agar persoalan-persoalan ketenagakerjaan seperti ini tidak lagi terjadi di Kabupaten Bekasi ,” tambah Anden.

Di tempat yang sama, Bagian  legal di PT. Arta Boga Cemerlang, Ando saat menerima anggota dewan yang melakukan sidak membenarkan jika pihak perusahaan melakukan penahanan terhadap 5 orang karyawannya. Alasanya, adanya selisih barang saat dilakukan cek fisik stok gudang (Stok Opname).

Sesuai dengan aturan perusahaan, kata dia, maka 5 orang karyawan harus mempertanggungjawabkan adanya selisih barang tersebut. Apalagi, akibat selisih ini disinyalir mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian mencapai kurang lebih Rp320 juta. (ars)

Share :

Baca Juga

Parlemen & Politik

FPG Tepis Klaim Andy Salim Pemilik Gedung Golkar Jalan Ahmad Yani

Headline

Hadapi Musim Mudik Lebaran 2017, Jasa Marga Luncurkan Aplikasi JMCARe Hari Ini
Sholihin Tegaskan PPP Tidak Terbelah, Hanya Kubu Rohmahurmuzy, Elektabilitas Sholihin, Gus Shol

Headline

Ketua DPC PPP Kota Bekasi: Terimakasih Pak Jokowi

Headline

Forkabi Bekasi Berbagi, Santuni Yatim di Acara Maulid Nabi
Calon Pemilih

Headline

Komisioner KPUD Kesulitan Akses Calon Pemilih Penghuni Apartemen
Pelatih Bhayangkara FC Simon saat memberikan pengarahan kepada anak asuhnya saat menjalani latihan di lapangan Kelapa Dua Depok, Jumat (30/6/2017) sore. Foto: Tim Media BFC

Headline

Ditinggal Nikah, Bhayangkara FC Kehilangan Pemain Lawan Barito Putera
Kartini Perindo, Wulandari Palupi

Parlemen & Politik

Berbagi Kebahagiaan, Kartini Perindo Bagikan 300 Beras Murah di Bekasi
Kriminalisasi Ulama: Hukum Berdasar Nafsu? | Oleh Bang Miqo

Headline

Kriminalisasi Ulama: Hukum Berdasar Nafsu?