Scroll untuk baca artikel

KulturalLifestyle

Helatari 2023, Wayan Sumahardika Tampilkan The (Famous) Jung Jung-Te Jung Dance

×

Helatari 2023, Wayan Sumahardika Tampilkan The (Famous) Jung Jung-Te Jung Dance

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, JAKARTA – Koreografer Bali, Wayan Sumahardika bakal menampilkan The (Famous) Jung Jung-Te Jung Dance pada Sabtu, 17 Juni 2023, 20:00 WIB, dan Minggu, 18  Juni  2023, 16:00 WIB.

Karya ini menawarkan pemaknaan atas relasi tradisi, kesejarahan (arsip) dan proses artistik yang menantang tatapan atas karya tari Bali dalam dunia kontemporer.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Pekarya secara jelas mengambil posisi atas praktiknya, sehingga mampu memiliki kejernihan dalam menjelaskan gagasan melalui konsep pertunjukan dan berani mencoba tawaran pemanggungan yang berbeda.

Hal ini juga sekaligus memperlihatkan bagaimana karya tersebut mampu menipiskan sekat yang mungkin ada di antara praktik kerja riset dengan seni itu sendiri, yaitu pekarya secara apik menjalin keduanya sebagai satu praktik riset-artistik yang tidak terpisah dan terus bertumbuh secara konsisten.

Berita Terkait:  Salihara Jazz Buzz 2024: Upaya Menemukan Kebaharuan Musik Jazz Tanah Air

The (Famous) Jung Jung-Te Jung Dance adalah perkembangan lain dari proyek repertoar-arsip Squatting & Dance oleh Wayan Sumahardika yang mencoba menyingkap konstruksi estetis dan politis laku jongkok dalam hubungannya dengan lanskap repertoar-arsip pada panggung tari atau pertunjukan, serta koreografi sehari-hari.

Wayan Sumahardika adalah penulis, sutradara dan pembuat teater kelahiran Denpasar, Bali, 1992. Ia menjadi pendiri Teater Kalangan, sebuah kolektif lintas disiplin pertunjukan berbasis di Bali. Praktik artistiknya banyak bergerak pada persimpangan teater, tari, ragam seni, laku sehari-hari sebagai studi budaya melalui pendekatan site-specific, repertoar-arsip, dan spekulatif.

Berita Terkait:  Mempelajari Logika Pertunjukan dalam Kelas Menulis Lakon 2024 di Komunitas Salihara

Karya-karyanya telah dipentaskan, di antaranya The (Famous) Squatting Dance (2022), Lelintasan Gering dalam 33 Diorama (film-tari) (2019-2020), dan Joged Adar, Kekasihmu dan Kesibukan Melupakannya (teater-tari) (2018). Saat ini ia juga bergiat dalam perkembangan riset artistik pertunjukan melalui Mulawali Institute.

Helatari 2023 adalah persembahan Komunitas Salihara, yakni sebuah festival seni tari kontemporer dua tahunan yang menampilkan karya-karya tari baru, yang berangkat dari khazanah tradisi tari Nusantara maupun dunia. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Berlangganan