Home / Pendidikan

Sabtu, 17 Juli 2021 - 10:49 WIB

Blended Learning Ditawarkan Sekolah Murid Merdeka, Ini Keunggulannya

Kegiatan belajar dan mengajar antara siswa dan guru Sekolah Murid Merdeka. Foto: Sekolah Murid Merdeka

Kegiatan belajar dan mengajar antara siswa dan guru Sekolah Murid Merdeka. Foto: Sekolah Murid Merdeka

SUARAPENA.COM – Sistem pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning masih menjadi pilihan edukasi terbaik bagi anak-anak pada masa kini.

Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM), Laksmi Mayesti mengatakan, hal yang perlu diingat dari sistem pembelajaran blended learning yaitu bukan berarti para siswa hanya belajar secara dalam jaringan (daring) atau online saja.

Laksmi melanjutkan, sistem blended learning bahkan telah dianut SMM sejak sebelum pandemi menghantam Indonesia dengan menggabungkan pembelajara daring dan tatap muka langsung.

“Di masa pandemi ini banyak yang menawarkan pembelajaran dengan menggunakan teknologi sebagai media ajar, tetapi tidak banyak yang mengintegrasikan antara teknologi dengan pedagogi atau metode ajar yang baik,” kata Laksmi dalam siaran persnya Jumat (16/7/2021).

Laksmi melanjutkan, setiap pengajar di SMM didorong untuk selalu mengembangkan kreativitasnya agar anak-anak atau peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka baik kepada guru maupun teman-temannya.

Baca juga:  Perkenalkan Seni Budaya Indonesia, Pelajar Bekasi Menari di Filipina

Menurut Laksmi, interaksi yang terbuka tersebut akan menjadi benefit juga bagi orang tua peserta didik ataupun mereka yang akan mendaftarkan anaknya di SMM pada tahun ajaran 2021.

“Sehingga orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya dengan terlibat secara langsung tanpa harus merasa terbebani, karena seolah-olah sistem pembelajaran daring cenderung hanya memberatkan orang tua dan anak-anak,” ujar Laksmi.

Di sisi lain, SMM juga menawarkan sistem pembelajaran blended learning juga menguntungkan peserta didik serta orang tua baik dari segi kualitas dengan kurikulum pendidikan terbaik, akses pembelajaran yang fleksibel berkat pemanfaatan teknologi informasi, dan biaya yang terjangkau untuk seluruh anak Indonesia.

Hingga saat ini, kata Laksmi, murid-murid SMM tersebar mulai dari Aceh hingga Papua. Bahkan agar akses untuk masyarakat semakin luas, pada tahun ajar 2021 SMM akan menginisiasi pembukaan lokasi pembelajaran luar jaringan (offline) di delapan kota yaitu Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Bekasi, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Baca juga:  Atlet Berprestasi Sea Games Terima Penghargaan dari Bupati Bekasi

“Kami membuka periode pendaftaran sampai 21 Juli untuk semua tingkatan mulai dari PAUD hingga SMA kelas 12. Namun masyarakat tetap bisa mengikuti pendaftaran dan ikut kelas setelah tanggal 21 Juli,” kata Laksmi.

Mella, salah satu orang tua siswa SMM, mengakui metode blended learning dan fleksibilitas yang diterapkan sekolah cukup membantu anaknya dalam mengembangkan passion skill-nya yang lain yaitu coding.

Di samping itu, fleksibilitas dari SMM juga membuat anaknya mampu memiliki life skill untuk bertanggung jawab atas jam belajar yang ia pilih.

Baca juga:  Bhayangkara Solo FC Masuk 10 Besar Klub Pasar Tertinggi di ASEAN

“Terbukti, karena ia memilih jam belajar yang ia inginkan, ia tidak ada keterpaksaan untuk sekolah dan bahkan semenjak di SMM sudah sedikit sekali intervensi saya sebagai orang tua untuk menyuruh Raihan sekolah karena ia menjadi mandiri,” kata Mella.

Mella melanjutkan, meskipun mata pelajaran yang diajarkan di SMM lebih sedikit dibandingkan dengan sekolah lainnya tapi ternyata tidak serta-merta malah menurunkan kualitas yang diberikan.

Menurutnya, anak-anak bukanlah robot yang harus menyerap semua pelajaran yang belum tentu dapat diserap mereka dan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

“Bagi saya, sekolah harus menyesuaikan kebutuhan anak, knowledge anak. Tapi harus sesuai usia, kompetensi, dan manfaatnya. Kalau di SMM seperti ada social project,” ujar Mella. (sng)

Share :

Baca Juga

Penyerahan kompor briket secara simbolis. Foto: Unhan

News

Unhan Serahkan Kompor Briket Listrik untuk Desa Tangkil

Headline

Dua Anak Penjual Kerupuk Wakili Indonesia Dalam Ajang Internasional

Pendidikan

Mei Besok Disdik Jabar Siapkan Pekan Pengambilan Ijazah

Headline

Siswa SD Islam Al Azhar se-Jabodetabek Ikuti Pertandingan Basket di Bekasi

Pemerintahan

Kelurahan Senyerang Deklarasi Komitmen Progam Kelana

Pendidikan

Rantang Siswa, Upaya Disdik Jabar Bentuk Karakter Pelajar

Pendidikan

Taiwan Higher Education Fair 2018 Pertama di Jababeka 
PPDB online

Headline

NIK dan PIN Jadi Masalah Utama PPDB Online di Kota Bekasi