Home / Headline / Politik

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 01:31 WIB

Bukan Jargon Semata, KPU Dorong Pemilihan Inklusif

Anggota KPU RI, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, dan Evi Novida Ginting Manik berbincang dengan perwakilan PPUA Penca di ruang rapat lantai 1 gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (18/8/2017). Foto: KPU

Anggota KPU RI, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, dan Evi Novida Ginting Manik berbincang dengan perwakilan PPUA Penca di ruang rapat lantai 1 gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (18/8/2017). Foto: KPU

SUARAPENA.COM – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Wahyu Setiawan dalam diskusi yang dilakukan oleh KPU RI dengan Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) mengatakan, proses pemilihan yang inklusif bukanlah istilah semata, melainkan komitmen kuat KPU untuk menerapkannya.

“Jadi kita berkomitmen  untuk mendorong pemilihan yang inklusif, pemilihan yang melayani. Dan itu tidak sekedar jargon kosong, tetapi ini betul-betul komitmen kuat yang kita laksanakan,” kata Wahyu, Jumat (18/8/2017).

Untuk menciptakan pemilihan yang inklusif, Wahyu mengatakan, KPU telah memasukkan beberapa norma baru yang mengutamakan azas aksesibilitas dalam rancangan peraturan KPU (PKPU) tentang sosialisasi dan partisipasi masyarakat.

“Pada draf PKPU sosialisasi dan parmas yang kemarin di uji publik, kita memasukkan azas baru dalam kegiatan, yaitu azas aksesibilitas,” ujar Wahyu.

Dengan masuknya norma itu ke dalam rancangan PKPU, seluruh jajaran KPU akan menerapkan aturan tersebut sebagai bentuk pelayanan kepada pemilih, khususnya kepada pemilih yang berkebutuhan khusus.

“Ini artinya kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada seluruh pemilih, termasuk di dalamnya adalah pemilih disabilitas,” lanjut dia.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan KPU dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih, lanjut Wahyu, KPU tengah menyusun program baru untuk memaksimalkan pendidikan pemilih berbasis keluarga.

Dengan model sosialisasi tersebut, ia berharap jajaran KPU mampu mengidentifikasi pemilih yang memiliki kebutuhan khusus, sehingga apabila pemilih dengan kebutuhan khusus datang ke tempat pemungutan suara (TPS), aparat KPU dapat memberikan layanan yang baik sesuai dengan kebutuhan pemilih tersebut.

“Kita juga akan melaksanakan program sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga, salah satu manfaat dari program ini adalah, kita akan mengidentifikasi pemilih disabilitas, sehingga petugas KPPS dapat mengetahui jenis pelayanan yang dibutuhkan oleh pemilih bersangkutan di TPS,” terang Wahyu.

Wahyu mengatakan, KPU terbuka pada bentuk kerja sama yang dapat meningkatkan kualitas pemilihan secara umum, oleh sebab itu, ia mengatakan KPU dan PPUA Penca akan melanjutkan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik.

“Kemitraan KPU dan PPUA Penca insyaallah akan kita lanjutkan lagi,” imbuhnya. (kpu/sng)

Share :

Baca Juga

Sandiaga Uno - Persija

Headline

Sandiaga Uno: GBK Belum Siap untuk Kandang Persija

Ekbis

Pengcab Japnas Bekasi Dilantik, Ini Harapan Tri Adhianto

Headline

Darurat Bencana Ponorogo Hingga 15 April, Warga Direlokasi
Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Jatiasih Karya Ahmad, konsolidasi antar pengurus

Politik

Di Jatiasih, Karya Ahmad Bangun Konsolidasi Antar Pengurus Partai
Balad karya

Headline

Kader Non Struktural Golkar Balad Karya Bogor Miliki Keputusan Politik Sendiri
Sidak

Headline

Sidak Limbah Pabrik, DPRD Kabupaten Bogor Minta Ini ke Pihak Perusahaan
Proses pemadaman api di ruko Pasar Family Kota Bekasi. Foto: HmsPolres/SUARAPENA.com

Headline

Diduga Akibat Korsleting Listrik, 5 Ruko di Bekasi Hangus Terbakar
Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin Jadi Tersangka KPK

Headline

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin Jadi Tersangka KPK