Notice: Fungsi add_theme_support( 'html5' ) ditulis secara tidak benar. Anda harus menyampaikan jajaran tipe. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 3.6.1.) in /home/u8334638/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831
Candi Kedaton Muaro Jambi, Peradaban yang Perlu Dilestarikan

Home / Kultural / Suara Jambi

Kamis, 7 April 2022 - 16:44 WIB

Candi Kedaton Muaro Jambi, Peradaban yang Perlu Dilestarikan

“Inilah sejarah yang perlu kita lestarikan agar jejak-jejak peradaban kita di bidang pendidikan utamanya juga diketahui,” ucap Presiden.

Kepala Negara menuturkan bahwa candi yang terbentuk dari tumpukan-tumpukan batu bata tersebut berada di kawasan yang merupakan pusat pendidikan terbesar di Asia pada abad ke-7. Oleh karena itu, Presiden menyebut bahwa peradaban Indonesia pada saat itu sudah dikenal secara meluas.

Baca juga:  TSM Cibubur Batasi Jumlah Pengunjung Saat Pandemi Covid 19

“Bukan hanya yang berkaitan dengan teologi tetapi di kawasan cagar budaya Muaro Jambi ini juga dulunya juga menjadi pusat pendidikan bagi kedokteran dan obat-obatan, kemudian filsafat, kemudian arsitektur dan seni, dan yang lain-lainnya,” tuturnya.

Presiden mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan kembali memulai merestorasi di beberapa titik, sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat betapa luasnya kawasan cagar budaya tersebut.

“Kita harapkan akan makin menunjukkan betapa sangat besarnya kawasan cagar budaya Muaro Jambi ini, kurang lebih 3.980 hektare diperkirakan kawasan ini yang dilingkari oleh sebuah kanal besar yang nanti juga akan diangkat dan diperlihatkan, diperbaiki, direstorasi,” ucap Presiden.

Baca juga:  Hentikan Friksi Kuatkan Sinergi

Sebagai informasi, KCBN Muaro Jambi memiliki luas 20 kali lebih besar dibandingkan Candi Borobudur dan dua kali lebih besar dari Kompleks Candi Angkor Wat di Kamboja. Selain itu, masyarakat sekitar memercayai bahwa kawasan tersebut merupakan peninggalan budaya pada masa lalu yang harus dihormati dan dilestarikan secara turun-temurun.

Tercatat, terdapat 11 candi utama yang ditemukan di KCBN dan sebagian telah dilakukan pemugaran. Namun, di sekitar kawasan tersebut diperkirakan terdapat 82 reruntuhan candi lainnya yang masih terkubur di dalam puluhan gundukan tanah.

Baca juga:  Milad Kelima Ormas Jarum Wujudkan Simbol Manfaat dan Silaturrahmi

Sebelum meninjau Candi Kedaton, Presiden dan Ibu Iriana juga berkesempatan untuk meninjau proyek peningkatan kualitas jalan akses menuju KCBN Muaro Jambi dan Pelabuhan Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana pada peninjauan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Muaro Jambi Masnah Busro, Wakil Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, dan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid. (tgh/un/sng)

 

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pemkab Tanjab Barat MoU Bersama STTKD Yogyakarta

Suara Jambi

Harga Komoditi Pinang Kian Merosot, Petani Hanya Bisa Pasrah

Pemerintahan

Amir Sakib Resmikan Pembukaan Bintek SOP Lingkup Pemkab Tanjab Barat

Parlemen & Politik

Suguhkan Janji Pemberdayaan, Hellius Pastikan Maju Calon Bupati Tanjab Barat
gus yasin

Kultural

Gus Yasin: Pendirian Masjid untuk Menyatukan Umat

Kultural

Launching Tahapan Pilbup, KPU Tanjab Barat Suguhkan Penampilan Widi Hello Band

Kultural

Sebuah Penghargaan, Nyanyian Puisi untuk Ane Matahari

Pemerintahan

Wujudkan Kabupaten Layak Anak, Wabup Amir Sakib Minta Supprort Dan Dukungan Semua Pihak