Home / Headline / Parlemen & Politik

Sabtu, 1 April 2017 - 12:43 WIB

DPR RI Angkat Suara Terkait Kasus Meninggalnya Siswa SMA Taruna Nusantara

SUARAPENA.COM – Reni Marlinawati, Ketua Fraksi PPP DPR RI, dan Anggota Komisi X DPR RI angkat suara terkait meninggalnya siswa SMA Taruna Nusantara, Krisna Wahyu Nurachmad pada Jumat (31/3/2017).

Reni menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya siswa SMA Taruna Nusantara atas nama Krisna Wahyu Nurachmad. Meninggalnya Alm. Krisna Wahyu yang tidak wajar ini, diharapkannya agar aparat penegak hukum segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap siapa pelakunya.

“Saya juga mendorong  agar pelaku mendapat sanksi yang setimpal agar  memberi efek jera. Saya yakin aparat penegak hukum dalam waktu yang tidak lama dapat mengungkap siapa pelaku atas meninggalnya Alm. Krisna Wahyu Nurachmad,” kata dia dalam pernyataan, Sabtu (1/4/2017).

Menururnya, peristiwa ini melengkapi berbagai peristiwa yang sebelumnya telah terjadi di berbagai daerah dengan melibatkan pelajar, baik sebagai pelaku maupun sebagi korban kekerasan.

Baca juga:  Stadion Wibawa Mukti Lengkapi Fasilitas Persiapan Porda dan ASEAN Games

Berbagai peristiwa ini, lanjutnya, menjadi peringatan bagi seluruh stakeholder di dunia pendidikan untuk merumuskan dan melakukan tindakan nyata, untuk menyudahi aksi kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan kita.

Baca juga:  Donor Darah Jadi Rangkaian HUT Hotel Santika Premiere KHI dan Hari Kartini

Reni menilai, penenanaman pendidikan akhlak termasuk Pancasila terhadap anak didik harus ditanamkan secara benar. Selain itu juga harus dipastikan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, lingkungan harus dipastikan steril dari paparan negatif yang dapat dicontoh oleh pelajar. Medium paparan negatif mulai dari tontonan televisi dan konten siber harus secara tegas ditindak oleh aparat negara.

Baca juga:  DPR Tegaskan akan Komit Sahkan RUU TPKS

Dia menambahkan, persoalan tontonan yang memberi pengaruh negatif terhadap anak usia pelajar ini seperti virus yang telah merusak sendi peradaban masyarakat Indonesia.

“Kita semua harus menyelesaikan persoalan ini dengan tuntas, agar persoalan yang menimpa pelajar dan dunia pendidikan kita tidak menjadi gunung es yang bakal merusak dan mengoyak kehidupan kebangsaan kita,” tandasnya. (sng)

Share :

Baca Juga

Menlu dan Menkeu menyampaikan konferensi pers di Hotel Steigenberger, Hamburg, Jerman, Sabtu malam (8/7/2017). Foto: Humas/Edi

Headline

Gabung di G20, Apa Kontribusi dan Keuntungan Indonesia?

Parlemen & Politik

Kunjungi Sekretariat IWO, Chairoman Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
Korban Persekusi

Headline

Korban Persekusi di Cipinang Muara Berpotensi Dijerat UU ITE
Sosialisasi Pemilih Perempuan, Bawaslu RI Ungkap Bahaya SARA Pasca Pemilu

Headline

Sosialisasi Pemilih Perempuan, Bawaslu RI Ungkap Bahaya SARA Pasca Pemilu
Ini Tanggapan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Soal Kios Kuliner

Headline

Ini Tanggapan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Soal Penolakan Kios Kuliner
Soal Kios Kuliner Ditolak Warga, Ini Pandangan Politisi PDI Perjuangan

Headline

Soal Kios Kuliner yang Ditolak Warga, Ini Pandangan Politisi PDI Perjuangan

Headline

Iklan Baliho ‘Summarecon Bogor’ Di Jalan Cibubur Terlihat Estetika Kota Bekasi Semrawut
Cuti Bersama Idul Fitri Dicabut, Digeser ke Akhir Tahun

Headline

Cuti Bersama Idul Fitri Dicabut, Digeser ke Akhir Tahun