Scroll untuk baca artikel
Pena Kita

Era Digital Memperkuat, Bukan Menggantikan

×

Era Digital Memperkuat, Bukan Menggantikan

Sebarkan artikel ini

Oleh PRK dan SP

Hari Penyiaran Nasional yang jatuh pada tanggal 1 April, kita diingatkan akan kontribusi signifikan radio dalam sejarah dan kehidupan modern kita.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Sejak awal, radio telah menjadi alat vital bagi para pejuang kemerdekaan Indonesia, memancarkan berita penting ke seluruh negeri.

Hari ini, meskipun kita hidup di era digital, radio tetap menjadi media esensial dalam menyebarkan informasi.

Radio terus menunjukkan ketahanannya sebagai subsektor ekonomi kreatif yang berkembang, bahkan di tengah persaingan teknologi digital yang ketat.

Berita Terkait:  Hari Pers Nasional, Maju ke Depan atau Berlari Mundur

Berdasarkan Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020/2021, subsektor Televisi dan Radio telah menyumbangkan Rp122,65 Triliun ke PDB Nasional pada tahun 2020, dengan pertumbuhan mencapai 10,42%.

Kenaikan popularitas radio di era digital tidaklah mengejutkan. Radio masih memegang peranan penting dalam ekonomi kreatif dan penyebaran informasi.

Laporan We Are Social 2021 yang dikutip oleh Kompas.id menunjukkan bahwa 52,1% masyarakat berusia 16-64 tahun masih mendengarkan siaran radio secara streaming setiap bulan.

Berita Terkait:  Trump Declaration dan Kekeliruannya

Namun, radio harus berjuang untuk bertahan di tengah transformasi digital yang cepat. Radio telah beradaptasi dengan membagikan siarannya melalui berbagai platform digital.

Teknologi yang berkembang bukanlah penghalang, melainkan pendorong yang memungkinkan radio diakses dengan mudah oleh semua generasi, kapan saja dan di mana saja, melalui perangkat sehari-hari.

Salah satu strategi adaptasi radio konvensional adalah dengan menayangkan siaran melalui platform YouTube, memungkinkan pendengar untuk menikmati siaran yang terlewat melalui aplikasi digital.

Selain itu, keberhasilan platform streaming digital seperti Noice dan Vidio dalam mengintegrasikan radio menunjukkan bahwa radio tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era digital.

Berita Terkait:  Perang Dunia ke III di Indonesia

Noice, sebagai penyedia audio terbesar di Indonesia, dan Vidio, dengan lebih dari 30 saluran radio, menawarkan akses mudah bagi penggemar radio untuk menikmati konten favorit mereka kapan saja dan di mana saja.

Dengan demikian, radio tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang, membuktikan bahwa perkembangan teknologi dapat memperkuat, bukan menggantikan, media konvensional yang telah lama kita kenal dan cintai.

Demi Bakti atau Ambisi
Pena Kita

Oleh Yusuf Blegur TANPA pemberlakuan syariat Islam sesegera…