Scroll untuk baca artikel

HukrimSuara Jabar

Gunung Putri Rawan Tindak Kejahatan Motor Dirampas Matel Korban Dianiaya

×

Gunung Putri Rawan Tindak Kejahatan Motor Dirampas Matel Korban Dianiaya

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BOGOR — Tindak pidana perampasan kendaraan roda 2 masih saja terjadi oleh oknum yang diduga Mata Elang atau MATEL di Kabupaten Bogor.

Kali ini Jaenudin pemuda apes karena selain motornya dirampas paksa dirinya pun dianiaya hingga berdarah pada bagian hidung kena bogem mentah pada bagian wajah.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Pemuda dengan profesi pekerja bengkel motor itu dirampas motor Honda Beat berplat nomor F-4758-UAU nya ditengah jalan saat hendak menuju tempat kerja Bengkel di Cileungsi dari kediamannya di Citeureup lewat Jalan Mercedez Benz, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Sabtu (27/04/2024) siang.

Saat dikonfirmasi awak media Jaenudin mengatakan dirinya tiba-tiba diberhentikan oleh 6 orang dengan 3 motor Honda Beat Deluxe yang tidak menggunakan plat nomor polisi pada ketiga motor tersebut.

Berita Terkait:  Ironi di Dekat Kediaman Prabowo, Warga Hidup Puluhan Tahun Kini Dituduh Serobot Hutan

“6 orang dengan 3 motor Beat tanpa plat nomor, ribut dijalan terus saya ajak ke Kantor FIF Finance atau ke Kantor Polisi, namun dalam perjalanannya saya dihentikan dipukuli hingga berdarah pada bagian hidung,” terang Jaenudin.

Jaenudin dibantu supir angkot membersihkan luka darah, dari tempat kejadian perkara menuju Kantor Polisi Polsek Gunung Putri dan langsung melakukan laporan kepolisian.

Saat pemukulan tersebut seorang tukang es kelapa mencoba melerai dan menyaksikan pemukulan yang terjadi.

Merasa di tengah jalan bukan kantor polisi atau kantor lising FIF, Jaenudin coba berontak. Namun dengan ancaman akan dibunuh oleh 6 orang tersebut dan dihajar maka, handphone dan kunci motor diambil oleh para pelaku.

Kemudian handphone dikembalikan dan motor dibawa oleh para pelaku.

Berita Terkait:  Cegah Demam Berdarah, Partai Perindo Kabupaten Bogor Lakukan Fogging

Diketahui motor Jaenudin menunggak dan sisa 2 bulan masa cicilan, karena uang untuk bayar cicilan terpaksa digunakan untuk hari raya lebaran.

“Sisa 2 bulan lagi cicilannya lunas, saya terpaksa pakai duit buat kebutuhan lebaran, rencana mau dilunasi angsuran bulan ini dapat gaji,” ungkap Jaenudin.

Sampai berita ini ditayangkan Korban Jaenudin sudah melakukan Visum at repertum di Rumah Sakit Mary Cileungsi dan laporan kepolisian Polsek Gunungputri agar segera ditindaklanjuti.

“Semoga pelaku pemukulan dapat segera ditangkap, peristiwa ini dapat terjadi kepada orang lain juga. Alhamdulillah saya tidak sampai dibunuh oleh orang-orang berkulit hitam itu,” tutupnya sembari menahan nyeri pada bagian wajahnya.

Ikuti Update Berita Kami Di Google News

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca