Notice: Fungsi add_theme_support( 'html5' ) ditulis secara tidak benar. Anda harus menyampaikan jajaran tipe. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 3.6.1.) in /home/u8334638/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831
Harga Komoditi Pinang Kian Merosot, Petani Hanya Bisa Pasrah

Home / Suara Jambi

Minggu, 5 Agustus 2018 - 19:34 WIB

Harga Komoditi Pinang Kian Merosot, Petani Hanya Bisa Pasrah

SUARAPENA.COM – Harga jual komoditi buah Pinang ‎dikalangan petani kian merosot. Jika selama ini mereka menggadaikan harapan dan bantuan pemerintah, kini petani memilih pasrah lantaran persoalan kini tak kunjung terselesaikan.

Hal ini dituturkan salah satu Petani di Desa Sungai Gebar, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Privinsi Jambi, Siti. Menurutnya, berbagai harga komoditi pertanian setempat terus menurun sejak empat bulan terakhir.

Khusus pada komoditi buah Pinang, timbul persoalan yang cukup ekstrim lantaran nyaris tidak mengalami fluktuasi harga jual yang signifikan.

Puncak harga jual komoditi buah Pinang yang sempat terjadi pada awal tahun mencapai Rp 14 ribu perkilo nyatanya tak berkelanjutan.

Baca juga:  Pemkab Tanjab Barat Gelar Pertandingan Persahabatan

Harga jual komoditi Pinang sejak beberapa bulan terakhir terus merosot mencapai harga terendah Rp 5 ribu perkilogram.

“Hampir setiap tahun, harga buah Pinang menjelang puasa memang biasanya turun antara Rp 2-3 ribu dari harga normal Rp 10 ribu. Baru sesudah lebaran biasanya harga mulai balik normal. Tetapi tahun ini harganya malah turun terus. Sekarang cuma dihargai Rp 5 ribu sekilonya,” ujarnya pasrah.

Hal senada diungkapkan Hendra salah satu petani pinang lainya. Menurutnya, penurunan serupa pernah dirasakan petani setempat pada tahun 2010 lalu. Saat itu seluruh petani meraskan putus asa namun berangsur pulih lantaran harga jualnya naik secara perlahan.

Baca juga:  Tipu Belasan Wartawan, Dinkes Tanjab Barat Dinilai Sengaja Lecehkan Profesi Jurnalis

Bedanya, harga jual komoditi buah Pinanh petani saat itu masih sebanding dengan harga kebutuhan bahan pokok yang harus dipenuhi petani sehari-hari. Disisi lain, para Petani kini harus dibebankan dengan harga kebutuhan pokok yang semakin melambung.

“Untuk dipaksakan beli lauk telur ayam saja, hasilnya tidak cukup. Tetapi yang heran, pemerintah sekarang kelihatan biasa-biasa saja. Tidak perduli nasib orang kecil seperti kami. Malahan gaji pegawai negeri yang terus dinaikan,” keluhnya.

Sementara, salah satu tengkulak komoditi buah Pinang dari petani yang enggan disebut namanya mengatakan, pembelian harga di kalangan petani terpaksa diturunkan dari harga normal sesuai harga beli dari tokeh-tokeh besar yang biasanya menggeluti bisnis komoditi ekspor buah pinang.

“Toke ngambil harga murah, makanya kami juga tidak berani ambil harga mahal, paling kami berani ambil untung Rp 1 – 2 ribu. Itupun kadang bisa tekor, karena tokehnya mendadak nurunin harga beli,” ujarnya singkat. (bin)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Safrial Safari Ramadhan Perdana di Masjid Agung
Bupati Safrial Hadiri Panen Padi Perdana Desa Tanjung Bojo

Pemerintahan

Bupati Safrial Hadiri Panen Padi Perdana Desa Tanjung Bojo
DPRD Tanjab Barat, rekanan tak profesional

Pemerintahan

Dewan Nilai Rekanan Tak Profesional Kerja

Parlemen & Politik

Soal Intrik Anggota Dewan, BK Tak Urung Bergerak

Pemerintahan

Galang Komitmen Masyarakat, Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi Gelar Rakor Sosialisasi KLA

Headline

Kemenkumham Jambi Dalami Keterlibatan Oknum Sipir Lapas dan Jaringan Narkoba Internasional

Pemerintahan

Wabup Amir Dampingi Kuker Plt Gubernur Jambi Di Desa Sri Agung

Pemerintahan

Bupati Safrial Silaturahmi Lurah dan Kades