Home / Headline / Parlemen & Politik

Minggu, 4 Februari 2018 - 21:59 WIB

Ibarat Sepakbola, Pemain Hebat Dunia Dapat Kartu Kuning Itu Biasa

Kartu Kuning Jokowi. Ilustrasi

Kartu Kuning Jokowi. Ilustrasi

SUARAPENA.COM – Pengamat Politik dari Indo Survey & Strategy, Herman Dirgantara menilai aksi Ketua BEM UI Zaadit Taqwa memberi ‘kartu kuning’ ke Presiden Joko Widodo merupakan hal yang biasa dalam sistem demokrasi. Menurutnya wajar seorang mahasiswa memberikan kritik terhadap kondisi kekinian bangsa.

“Saya memandang itu merupakan satu hal yang bukan istimewa, sah-sah saja atau wajar dalam demokrasi. Masih kartu kuning kan, bukan kartu merah?,” kata Herman, saat dihubungi di Jakarta.

Herman juga mengatakan apa yang dilakukan pasukan pengamanan presiden (Paspampres) sudah tepat karena menjalankan tugas mengamankan acara. Ia menganggap sebagaimana dalam dunia sepakbola, kartu kuning merupakan peringatan agar pemerintah Joko Widodo sesuai rel dan mempercepat kinerjanya menjelang tahun politik.

Baca juga:  PDAM Tirta Bhagasasi Garap¬† Pipa Sepanjang 6,3 Kilometer ke Cibarusah dan Cikarang Selatan

“Ibarat sepakbola, pemain hebat dunia dapat kartu kuning itu biasa bahkan kartu merah. Jadi menurut saya tidak ada satu hal yang perlu dibesar-besarkan. Apalagi Pak Jokowi kemarin tidak tersinggung, jadi tidak perlu diperpanjang,” sambungnya.

Baca juga:  Pesta Gol 4-1, Persija Musnahkan Harapan PS TNI

Ia menghimbau agar aksi kartu kuning tidak ditanggapi secara reaktif, mengingat masih banyaknya sejumlah persoalan negara yang mesti ditanggulangi.

“Saya kira aksi itu bukan hanya ditujukan ke personal presiden semata. Kritik itu sebetulnya kalau kita tangkap, juga ditujukan ke seluruh jajaran pemerintahan, dari presiden hingga ke menterinya. Bahkan juga ditujukan kepada kinerja aparat penegak hukum yang hingga kini masih tertatih memberantas korupsi,” katanya.

Baca juga:  Bekraf Ingin Berkontribusi bagi Perkembangan Film Indonesia

Sebelumnya, Presiden Jokowi merespons soal aksi pemberian kartu kuning dari Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa, salah satunya yang menuntut soal perbaikan kondisi di Asmat. Jokowi kemungkinan akan mengirim yang bersangkutan ke Asmat, Papua.

“Mungkin nanti ya, saya akan kirim, mungkin ketua dan anggota-anggota di BEM ke Asmat. BEM UI ya,” ujar Joko Widodo saat berada di Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018). (sng)

Share :

Baca Juga

IWO Kabupaten Samosir

Headline

Danau Toba Samosir Bakal Jadi Sorotan Dunia Internasional
Soleman (kiri) dan Nyumarno (kanan)

Parlemen & Politik

Melly Mundur, Soleman Duduki Kursi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi
Intan Fauzi bersyukur tanggul jebol di PML diperbaiki

Parlemen & Politik

Intan Fauzi Bersyukur Tanggul Jebol di PML Diperbaiki
Para pengurus Kosgoro 1957 Kota Bekasi berfoto bersama, Minggu (2/1/2022). (Foto/Istimewa)

Parlemen & Politik

Nahkodai Kosgoro Kota Bekasi, Mantan Ketua DPD Golkar Tancap Gas

Parlemen & Politik

PKB Minta Mahasiswa Lebih Kritis dan Mengedepankan Disiplin Keilmuan
Kpu

Headline

Bukan Jargon Semata, KPU Dorong Pemilihan Inklusif
LG Q6

Headline

Unggul di Kelas Menengah, Ini Dia Fitur Smartphone Baru LG Q6
Ade Yasin

Headline

Realisasikan Aspirasi Warga, Ade Yasin Fokus Perbaiki Infrastruktur