Home / Headline / Hukrim

Rabu, 2 Agustus 2017 - 14:11 WIB

Kabareskrim : Penangkapan Narkoba Keprihatinan Bagi Polri

Polres Bogor mengungkap kasus peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Foto: Cek/SUARAPENA.com

Polres Bogor mengungkap kasus peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Foto: Cek/SUARAPENA.com

SUARAPENA.COM – Belum lama ini, aparat penegak hukum mengungkap berbagai penyelundupan narkoba di Indonesia. Paling mutakhir adalah ekstasi sebanyak 1,2 Juta butir dari Belanda.

Merunut ke belakang, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya yang bekerjasama dengan Kepolisian Taiwan telah menjegal penyelundupan sabu seberat 1 ton. Tak lama kemudian, Tim Gabungan Direktorat Narkotika Bareskrim Mabes Polri dengan Polres Piedie juga berhasil menjegal ganja seberat 1,7 ton saat hendak diselundupkan dari Aceh ke Jakarta.

“Sebuah pencapaian bahwa narkoba itu berhasil terjegal. Apresiasi saya setingginya atas kerja dan kinerja seluruh aparat penegak hukum dan masyarakat yang terlibat dalam pengungkapan itu,” kata Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto di Jakarta, seperti dalam keterangan resminya, Selasa (01/08/17).

Baca juga:  Wiranto: Perppu No. 2/2017 Tidak Bermaksud Mendiskreditkan Ormas Islam

Bukan itu saja, ia juga menyatakan telah memerintahkan agar seluruh barang bukti narkoba agar segera dimusnahkan.

“UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, pasal 90 dan 91 menegaskan bahwa barang bukti narkotika mesti segera dimusnahkan, tak lama dari penyitaan. Barangsiapa yang melanggar ketentuan itu, pasal 140 UU Narkotika telah menegaskan jerat hukumnya bagi yang menunda pemusnahan atau bahkan tak melaksanakan ketetapan,” ujar Ari.

Baca juga:  Bawaslu Kota Bekasi Perketat Pengawasan di Wilayah Bekasi Utara

Ari juga menegaskan bahwa regulasi terkait bandar dan pengedar narkotika sangat tegas dan mesti dipatuhi para aparat penegak hukum.

“Jerat juga mereka dengan undang-undang tindak pidana pencucian uang karena UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika menegaskan hal ini,” tegas Ari.

Meski demikian, di sisi lain, Ari melihat ada keresahan lain yang mesti dituntaskan segera dan bersama-sama.

Sejatinya di sisi lain, pengungkapan dan penangkapan itu diam-diam justru tak patut kami banggakan karena yang hadir justru keprihatinan bagi Polri. Kuantitas nakotika yang terungkap dan masuk ke Indonesia itu jadi sebabnya. Bobotnya sudah tak main-main lagi. Fakta itu menegaskan bahwa bobot dan kuantitas narkotika yang masuk ke Indonesia, menggambarkan kebutuhan narkotika di tanah air, sangat besar,” jelas Ari.

Untuk itu, ia melihat bahwa salah satu cara pemberantasan narkotika di Indonesia dengan mematuhi regulasi yang sudah ada.

Baca juga:  Kapolres Takalar Instruksikan Tindak Tegas Pelaku Curanmor

“UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Nakotika sudah sangat jelas. Bahkan sudah mengatur sangat detil langkah-langkah yang mesti dijalankan oleh penegak hukum. Regulasi itu panglimanya, patuhi segera agar cita-cita pemberantasan narkotika di Indonesia terwujud dengan segera,” pungkas Ari. (gis)

Share :

Baca Juga

Jamaludin - PUPR

Headline

Dimandat Jadi Plt PUPR, Jamaludin Ingin Kebut Penyerapan Anggaran

Headline

Bincang Kebangsaan, Sukarno Way Ajak Setia dan Komitmen Terhadap Pancasila
Petugas sedang memeriksa identitas penumpang bus di terminal induk Kota Bekasi, Senin (10/7/2017). Foto: Adien/SUARAPENA.com

Headline

WNA asal Korea Selatan Terjaring Operasi Yustisi di Kota Bekasi
Hanya Sampai November, Makan Siang Sepuasnya di Hotel Santika

Ekbis

Hanya Sampai November, Makan Siang Sepuasnya di Hotel Santika
Athan Siahaan Lestarikan Ulos Tanah Toba Usia 345 Tahun. motif runjat

Headline

Athan Siahaan Lestarikan Ulos Tanah Toba Usia 345 Tahun
Botol Miras, Polres Metro Bekasi Kota

Headline

Jaga Kondusifitas Natal dan Tahun Baru, Ribuan Botol Miras Dimusnahkan
Herman Dirgantara, Pilkada

Headline

Herman Dirgantara Tegaskan Pilkada Bukan Seperti Lomba Agustusan

Headline

FPII Dan Peradi Kota Bogor Siap Sinergi Informasi Hukum