Home / Ekbis / Pemerintahan

Selasa, 25 Mei 2021 - 23:54 WIB

Kembangkan Industri Halal Berdaya Saing Global, Kemenperin Siap Gelar ii-Motion

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih

SUARAPENA.COM – Kementerian Perindustrian semakin fokus untuk mengembangkan industri halal dan fesyen muslim agar bisa lebih berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Langkah tersebut salah satunya diimplementasikan melalui penyelenggaraan Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion) secara virtual pada 3-5 Juni 2021.

“Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan industri halal dan fesyen muslim di tanah air,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Gati menjelaskan, gelaran ii-Motion bertujuan memfasilitasi kemudahan akses pasar kepada pelaku IKM, khususnya yang bergerak di bidang fesyen muslim dan produk halal, sehingga IKM mampu berdaya saing secara global.

Menurut Gati, perkembangan industri halal di Indonesia semakin tumbuh dan berkembang. Tidak hanya dari bahan baku, sekarang juga sudah ke arah proses produksi. Tidak hanya produk makanan saja, tetapi sudah beragam produk.

Di samping itu, gelaran ii-Moiton menjadi bagian dari kampanye Indonesia juga sebagai pusat fesyen muslim dunia.

“Kami juga ingin agar Indonesia tidak terus menjadi pasar konsumen produk halal dunia. Tetapi kita harus bisa menjadi tuan di negeri sendiri karena punya banyak potensi besar,” ungkap Gati.

Baca juga:  Sasmito Komentari Keputusan Menkeu Tentang Bepergian ke Luar Negeri

Kekuatan Indonesia itu antara lain sebagai negara muslim terbesar dengan populasi warga muslimnya sebanyak 229 juta jiwa atau mencapai 87,2% dari total 276,3 juta jiwa penduduk. Jumlah ini adalah 12,7% dari total populasi muslim dunia.

Bahkan, dengan sumber daya yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia.

Indonesia juga dikatakan Gati, memiliki beragam sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk menggenjot ekspor produk halal ke pasar mancenegara, khususnya untuk industri makanan, minuman, dan fesyen muslim.

Gati pun optimistis, Indonesia bisa menjadi hub produsen produk halal global. Karena sesuai arahan dari Bapak Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada Oktober 2020 lalu, Indonesia ditargetkan menjadi produsen halal terbesar di dunia pada tahun 2024.

Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economy 2020/2021, Indonesia menduduki peringkat ke-4 dalam Indikator Ekonomi Islam Global 2020/2021, naik satu peringkat dibanding tahun 2019/2020. Sedangkan pada 2018/2019 posisi Indonesia berada di peringkat ke-10.

“Ini menunjukkan kemajuan pesat dari perkembangan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia, meskipun dalam tekanan dampak pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Baca juga:  Listyo Sigit Minta Polisi Terlibat Narkoba Ditindak Tegas

Kemenperin juga memacu produk halal Indonesia bisa menguasai pasar ekspor. Indonesia menempati peringkat ke-1 sebagai negara pasar konsumen makanan halal dunia, dengan jumlah konsumsi sebesar USD144 miliar dari total konsumsi makanan halal global USD1,17 triliun.

Selain itu, Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebagai negara pasar konsumen kosmetika halal. Jumlah konsumsinya senilai USD4 miliar dari total konsumsi farmasi global sebesar USD66 miliar.

Indonesia juga berada di peringkat ke-5 sebagai negara pasar konsumen fesyen muslim dunia. Jumlah konsumsinya USD16 miliar dari total konsumsi busana muslim global sebesar USD277 miliar.

Guna merebut berbagai peluang tersebut, Kemenperin telah memiliki berbagai program dan kegiatan strategis agar para pelaku IKM dapat mendukung perkembangan industri halal, di antaranya melalui sosialisasi sistem jaminan halal sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 33 tentang Jaminan Produk Halal.

Kemudian, pelatihan dan sertifikasi Kompetensi Penyelia Halal, serta sosialiasasi sertifikasi halal bagi IKM.

Gati menambahkan, tema yang diangkat pada ii-Motion 2021 adalah Indonesia Halal Industry Today dengan tagline Local is The New Global.

“Tujuannya adalah untuk menunjukkan perkembangan modest fashion dan halal industry saat ini serta mendorong pertumbuhan pelaku IKM produk halal di Indonesia,” terangnya.

Baca juga:  Ruddy Gandakusumah Dinilai Cocok Dikukuhkan Sebagai Pj Wali Kota Bekasi

Adapun komoditas yang akan dipamerkan dalam ii-Motion 2021 di antaranya busana muslim, tas, sepatu, perhiasan, kosmetik, makanan dan minuman halal, serta peralatan dapur dan rumah tangga.

Gati menyebut bahwa produk-produk ini memiliki nilai penjualan yang tinggi, dan kemampuan IKM dalam membuat produk-produk itu sudah bagus.

Jumlah exhibitor atau IKM yang mengikuti pameran tersebut sebanyak 152 booth, yang terdiri dari 138 booth peserta, enam booth icon (milik Ivan Gunawan, Itang Yunaz, Ida Royani, Jenahara, Khanaan Shamlan, dan Irfan Hakim), empat booth penghargaan (IGDS, IFI, MOFP, dan IFCA), satu booth Santripreneur, serta tiga booth klinik konsultasi bagi para pelaku IKM.

Pameran ii-Motion 2021 akan diramaikan dengan fashion show, talkshow, cooking demo dan barista demo, demo hijab dan make up, serta pojok fasilitasi layanan Ditjen IKMA berupa Pojok Fasilitasi: Klinik Desain Merek dan Kemasan, Klinik Kekayaan Intelektual dan pojok pamer para pemenang penghargaan dari Ditjen IKMA.

“Kami mengajak seluruh pelaku IKM, komunitas, buyer, dan masyarakat luas untuk turut meramaikan pameran ii-Motion 2021. Tunjukan bahwa Indonesia mampu menjadi The Next Produsen Produk Halal Terbesar Dunia,” tegasnya. (Bo)

Share :

Baca Juga

Kantor Imigrasi Perketat Pengawasan terhadap Orang Asing

Headline

Kantor Imigrasi Perketat Pengawasan terhadap Orang Asing
Idul Adha 1439 H - ruddy gandakusumah

Pemerintahan

Pj Wali Kota Bekasi: Semangat Kurban untuk Kemanusiaan

Pemerintahan

Wabup Amir Sakib Hadiri Doa Istighosah Desa Suak Labu
meikarta

Ekbis

PSPI Panangian Simanungkalit : Meikarta Menjanjikan
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani

Ekbis

Kadin Indonesia Dorong Perusahaan Tech Startup Perluas Jaringan
Kepala Dinas PUPR

Headline

Diduga Karena Tertekan, Kepala Dinas PUPR Adang Mundur dari Jabatannya

Pemerintahan

Pemkab Tanjab Barat Komitmen Pelestarian Lahan Gambut
Pertemuan Ilmiah Tahunan Keenam Riset Kebencanaan 2019 Dibuka

Headline

Pertemuan Ilmiah Tahunan Keenam Riset Kebencanaan 2019 Dibuka