Home / Headline / Hukrim

Sabtu, 16 September 2017 - 09:52 WIB

Kepala BKKBN Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan KB II Batang

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty

SUARAPENA.COM – Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menetapkan Kepala BKKBN berinisial SCS sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun anggaran 2014-2015.

“Benar tersangka baru Kepala BKKBN,” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada JAM Pidsus, Warih Sadono di Jakarta, Jumat (15/9/2017)

Dirdik menyebutkan peranan yang bersangkutan dalam kasus tersebut, yakni, mengintervensi proses pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter.

Dari hasil penyidikan, penyidik mendapatkan bukti-bukti hingga menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka, katanya.

Baca juga:  PLN Area Bekasi Pastikan Pasokan Listrik Asian Games 2018 Aman

Pihaknya menjadwalkan akan memeriksa Kepala BKKBN tersebut pada pekan depan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara Rp27.940.161.935,40 itu.

Kasus itu bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/ Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp191.340.325.000 yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN. 

Baca juga:  Teknologi POS Canggih JANZ Hadir Dukung Proses Jual Beli Era Digital

Kemudian, pada saat proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam satu yakni, PT. Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang sehingga, harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi. 

Sebelumnya penyidik telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni, YW pekerjaan Direktur Utama PT. Triyasa Nagamas Farma berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-51/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

Baca juga:  Ruddy Gandakusumah Dinilai Cocok Dikukuhkan Sebagai Pj Wali Kota Bekasi

LW pekerjaan Direktur PT. Djaja Bima Agung berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-52/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

KT pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (Kasi Penyediaan Sarana Program/ mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN) berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-53/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

Tim Penyidik dalam mengungkap kasus itu telah memeriksa sebanyak 21 saksi. (ant)

Share :

Baca Juga

Santri Jokowi, Jokowi dan Santri

Headline

Deklarasi Santri Jokowi Diagendakan Mulai Pagi Ini di Bekasi
Lebih dari 1.700 Petugas Kesehatan Terinfeksi Virus Corona di China

Headline

Lebih dari 1.700 Petugas Kesehatan Terinfeksi Virus Corona di China
Provinsi Madura

Headline

Didukung 4 Bupati, Pulau Madura Diwacanakan Menjadi Provinsi
Mancing bersama jasmerah

Headline

2000 Pendukung Rahmat Effendi Helat Acara Mancing Ikan Bersama

Headline

Kadin Indonesia Apresiasi Program Vaksinasi Covid 19
Bangunan Ilegal Dibongkar Satpol PP di Kalimalang

Headline

Bangunan Ilegal Dibongkar Satpol PP di Kalimalang
pungli

Headline

Polres Bogor Belum Tindak Lanjuti Dugaan Pungli Prona PTSL, Ini Alasannya
Mengenal Penyakit Jantung Koroner bersama Dr. Novita Sitorus

Headline

Mengenal Penyakit Jantung Koroner bersama dr. Novita Sitorus