Home / Headline / News

Selasa, 14 Maret 2017 - 11:25 WIB

Kerugian Banjir dan Longsor Kabupaten Limapuluh Kota Capai Ratusan Miliar

SUARAPENA.com – Dampak kerugian akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (3/3/2017) diperkirakan mencapai Rp252,9 miliar. Demikian diungkapkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (13/2/2017).

Dia mengungkapkan, kerugian dan kerusakan di Kabupaten Limapuluh Kota meliputi bidang pendidikan, pertanian, pekerjaan umum, perikanan, kesehatan, dan perdagangan.

“Kerugian ekonomi ini di luar dari korban jiwa 8 orang meninggal dunia, dan 3 orang luka berat yang tidak dapat untuk dikuantifikasi nilainya,” ungkapnya.

Dampak kerusakan akibat banjir dan longsor cukup luas meliputi 3.482 rumah terendam, di 11 kecamatan yang meliputi 40 Nagari. Saat ini seluruh korban meninggal telah dikembalikan kepada keluarganya. Untuk korban luka berat yang dirawat di RSUD Adnaan WD Payakumbuh telah kembali ke rumahnya masing-masing.

Baca juga:  Berada di Puncak Klasemen, Bhayangkara FC Tetap Waspadai Persiba Balikpapan

Secara umum, lanjutnya, penanganan darurat berjalan dengan cukup baik melalui koordinasi lintas sektor. Masa tanggap darurat hingga 16/3/2017, dan BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat.

Penanganan darurat difokuskan untuk meningkatkan ekonomi lokal masyarakat, mengingat selama bencana masyarakat tidak dapat bekerja. Pemerintah memberikan bantuan cash for work, BNPB memberikan bantuan Rp50 ribu per hari selama 10 hari kepada 3.482 KK yang rumahnya terdampak langsung banjir dan longsor. Total bantuan cash for work sebesar Rp1,74 milyar.

Baca juga:  Kemnaker Jawab Tantangan Industri Kreatif dengan Animasi dan Game

Kegiatan cash for work antara lain kerja bakti lingkungan dan permukiman, perbaikan darurat sarana prasana lingkungan, dan sebagainya.

Jalan nasional yang putus di km 187 sudah bisa dilalui kendaraan besar, sehingga jalur distribusi untuk ekonomi sudah bisa berjalan. Komunikasi melalui sinyal seluler di Kecamatan Pangkalan  sudah aktif kembali dan di Kecamatan Kapur IX tinggal di Nagari Koto Lamo yang masih terganggu. Perbaikan pipa PDAM masih terus dilakukan.

Baca juga:  Jadi Sejarah, Pesilat Wanita Srikandi Bekasi Berkumpul Pekan Ini

Instalasi air bersih di Kecamatan Pangkalan 90% sudah terpenuhi. 99% wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kab Limapuluh kota telah kembali dapat teraliri aliran listrik.

“Kegiatan belajar mengajar di sekolah yang terkena banjir sudah aktif kembali, tetapi beberapa anak yang rumahnya terdampak belum kembali bersekolah,” tambahnya. (sng)

Share :

Baca Juga

Headline

Tujuh UPT Kemendikbud Jadi Lembaga Sertifikasi Profesi

Headline

Jauh dari Nilai Agama, Fenomena Gangster Bermunculan
pilgub Jawa Barat

Headline

Gerindra Kabupaten Bekasi Belum Putuskan Arah Pilgub Jawa Barat, Ini Asalannya
Calon Pemilih

Headline

Komisioner KPUD Kesulitan Akses Calon Pemilih Penghuni Apartemen
Ratusan Penumpang Kapal Kurnia Jurusan Batam Terlantar

News

Ratusan Penumpang Kapal Kurnia Jurusan Batam Terlantar
Menista Agama

Headline

Tulis Komentar Menista Agama, Bocah 15 Tahun di Bekasi Diciduk
Nofel Saleh - Nikah massal

Ekbis

Nofel Gagas Nikah Massal bagi Penyandang Disabilitas

Headline

Ribet, Jam Pulang Sekolah Jalan Puskesmas Jatisampurna Macet Parah