Home / Headline / Politik

Selasa, 11 Juli 2017 - 20:16 WIB

Komisioner KPUD Kesulitan Akses Calon Pemilih Penghuni Apartemen

Nurul Sumarheni, Komisioner KPUD Kota Bekasi Bidang Sosialisasi dan SDM. Foto: Adien/SUARAPENA.com

Nurul Sumarheni, Komisioner KPUD Kota Bekasi Bidang Sosialisasi dan SDM. Foto: Adien/SUARAPENA.com

SUARAPENA.COM – Komisioner KPUD Kota Bekasi Bidang Sosialisasi dan SDM Nurul Sumarheni mengungkapkan sulitnya menjaring calon pemilih yang tinggal di apartemen untuk menggunakan hak pilihnya. Masalah calon pemilih yang tinggal di apartemen menjadi masalah yang belum terselesaikan dari tahun ke tahun.

“Banyak yang tidak tersosialisasi untuk calon pemilih yang tinggal di apartemen,” katanya, Selasa (11/7/2017).

Dia menilai, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat Kota Bekasi penghuni apartemen yang memiliki hak pilih dalam pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Barat, dan pemilihan wali kota Bekasi 2018.

Baca juga:  Gus Shol Rajin Sambangi Warga Kota Bekasi, Ada Apa?

Menurut Nurul, penjaringan suara pemilih yang tinggal di apartemen cukup sulit. Dari tahun ke tahun penjaringan suara di apartemen selalu mengalami kendala lantaran tertutupnya akses.

“Karena biasanya belum tentu RT/RW bisa jalan (mengakses penghuni apartemen). Bahkan, belum tentu ketika petugas datang dibukakan pintu,” ujarnya.

Menurutnya, apabila pihak apartemen memberikan data penghuni, mungkin akan lebih memudahkan pihaknya dalam bekerja mengumpulkan suara pemilih. Bagi warga yang memiliki hak untuk memilih, maka pihaknya akan memproses.

Baca juga:  Aktivis Islam Nyatakan Ulama Kota Bekasi Dukung Heri Koswara

“Jadi jika sudah ada data, maka yang memang memiliki hak pilih ya akan kita proses, kita datangi,” jelasnya.

Apartemen sebagai tempat hunian, lanjutnya, memiliki cukup banyak peminat dari masyarakat Kota Bekasi. Oleh sebab itu, maka tidak menutup kemungkinan jika memang selayaknya diadakan Tempat Pemungutan Suara di dalam apartemen.

“Kalau untuk saat ini aturannya masih ikut aturan hunian, jadi pemilih datang ke TPS terdekat,” jelasnya.

Baca juga:  Sejak Kecil Heru CN Ingin Jadi Pemimpin dan Lakukan Perbaikan

Dia menambahkan, kerja ekstra pemungutan suara juga harus dilakukan di lembaga pemasyarakatan dan rumah sakit. Data calon pemilih yang ada dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah sakit kerap berubah, sehingga harus dilakukan pemutakhiran data berkala.

“Kalau yang di rumah sakit petugas juga hanya diizinkan mengumpulkan suara 1 jam sebelum waktu habis, tidak boleh ada TPS keliling,” terangnya. (sng)

Share :

Baca Juga

Headline

Siswa SD Islam Al Azhar se-Jabodetabek Ikuti Pertandingan Basket di Bekasi
kawasan ekonomi khusus, Meikarta- topping 2 tower

Ekbis

Kawasan Ekonomi Khusus di Cikarang Segera Dikaji Pemerintah Pusat
donor darah

Headline

Ajak Hidup Sehat, MPB Helat Aksi Donor Darah
Pecinta Vape Ramaikan 3rd Anniversary Therion DNA Bekasi

Headline

Pecinta Vape Ramaikan 3rd Anniversary Therion DNA Bekasi
balai adat

Headline

DPRD Sarankan Pengelolaan Gedung Balai Adat Diserahkan ke Lembaga Adat Melayu
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Wijonarko saat memberikan imbauan di hadapan pemudik yang naik angkutan bus dari Terminal Induk Kota Bekasi. Foto: Sng/SUARAPENA.com

Headline

Ini Imbauan Wakapolres Metro Bekasi Kota untuk Pemudik
Sayuran Hydroponik Alternatif Persediaan Pangan Saat Ini

Headline

Sayuran Hydroponik Alternatif Persediaan Pangan Saat Ini
Soleman (kiri) dan Nyumarno (kanan)

Politik

Melly Mundur, Soleman Duduki Kursi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi