Home / Headline / Pena Kita

Sabtu, 8 Juli 2017 - 01:37 WIB

Mendeteksi Kembalinya Fitrah Manusia

Ketua Komisi Dewan Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis

Ketua Komisi Dewan Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis

Oleh KH. Cholil Nafis
Ketua Komisi Dewan Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI)

SAYA berkali-kali ke KPK untuk jadi khotib atau ceramah. Bukan diperiksa karena tersangkut sebuah kasus, tapi tetap saja terasa kagok. Entah kenapa, hari ini saya lewat pintu belakang karena di pintu depan tertutup dengan para jurnalis. Mereka menunggu beberapa petinggi wakil rakyat yang sedang diperikasa. Ketepatan juga paginya ada acara Halal Bi Halal KPK yg diisi oleh Prof. Quraisy Shihab.

Kini jumatan di kantor KPK pindah ke Masjid gedung belakang lantai tiga, gedung tahanan korupsi. Kesempatan ini saya mengajak anak saya, Hasby Cholili, yang kemudian seusai salat diberi tahu oleh pegawai KPK tempat tahanan yg hanya bisa dilihat dari jeruji besi.

Dalam situasi KPK “dihajar” dengan Hak Angket maka saya dipesan oleh takmir masjid agar dapat memberi nasehat yg dapat menyentuh nilai kejujuran, keberanian dan menegakkan kebenaran serta istiqamah dalam kebaikan.

Baca juga:  Kepada Masyarakat Bekasi, Neneng Hasanah Yasin Memohon Maaf

Saya mengurai dalam Khutbah Jumat kali ini tentang Idul Fitri (kembali ke fitrah). Bahwa setiap orang yg berpuasa bisa ikut lebaran, bahkan yang tidak puasa pun bisa menikmati liburannya. Namun, sedikit orang yg puasa dapat mengantarkan pada fitrah. Fitrah itu asal kejadiannya yang suci. Saat fitrah manusia bersinar maka ia dapat dengan nyaring mendengar sinyal hati nurani yang tak pernah bohong dan berani.

Orang yang kembali pada fitrahnya manakala puasanya diterima oleh Allah SWT, bukan hanya sekedar sah dan mengugurkan kewajiban semata. Yaitu yang cukup syarat dan rukunnya, serta ikhlas karena Allah SWT yang disempurnakan dengan puasa sunnah, termasuk puasa enam hari di Bulan Syawal.

Baca juga:  Pecinta Hidangan Seafood Silahkan Coba Menu Lezat In & Out Seafood

Ada empat indikator untuk mendeteksi apakah puasa kita dapat mengembalikan fitrah manusia. Hal ini di jelaskan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 185: “Dan hendaknya kalian sempurnakan bilangan ramadan dan hendaknya kalian bertakbir memahabesarkan Allah karena hidayah yang Allah anugerahkan kepada kalian dan supaya kalian bersyukur”. (walitukmilul’iddata walitukabbirullahu ‘alama hadakum wala’allakum tasykurun).

Pertama: menyempurnakan hitungan. Menurut Imam Muhammad bin Ahmad Al-Anshori Al-Qutubi dalam tafsirnya, kata hitungan ini bisa ditakwil untuk hitungan tanggal genap 30 hari jika tak melihat bulan, bisa juga takwilnya untuk menyempurnakan hitungan puasa satu bulan bagi yang terkena halangan karena sakit, perjalanan atau karena uzhur syar’i, sehingga berkurang jumlah puasanya. Namun makna lebih luas adalah, menyempurnakan kebiasaan ramadan pada sebelas bulan berikutnya.

Kedua: bertakbir kepada Allah SWT. Takbir dalam makna bahasanya adalah membesarkan Allah SWT. Dengan mengucapkannya saat Idul Fitri tiba. Namun aplikasi takbir dalam hati kepada Allah Ta’ala diperagungkan, bahwa tak ada yg lebih besar dalam keyakinannya kecuali Allah SWT.  Sehingga tak takut kepada siapapun di dunia ini jika untuk menegakkan kebenaran.

Baca juga:  Jasa Marga Siapkan Strategi Operasi Jalan Tol Jelang Mudik Lebaran

Ketiga: Hidayah Allah SWT.  Yaitu petunjuk-Nya utk melihat yang benar adalah benar, dan mampu menjalankannya, dan melihat yang batil adalah salah dan mampu menghindarinya, bahkan mencegahnya.

Keempat: Syukur kepada Allah SWT, baik secara i’tiqadnya yang benar-benar iman kepada Allah SWT, lalu diucapkan dengan lisannya, dan dilaksanakan dalam tindakannya, yaitu menggunakan nikmat untuk taat kepada dan menghindari maksiat kepada-Nya.

Idul Fitri dapat dirasakan manakala sebelas bulan ke depan lebih baik daripada sebelas bulan sebelum ramadan lalu. (*)

Khutbah Jumat di KPK

Share :

Baca Juga

Mensos Juliari Resmikan Ability Hub Workshop Khusus Disabilitas

Ekbis

Mensos Juliari Resmikan Ability Hub Workshop Khusus Disabilitas

Pena Kita

Revolusi Alutsista Demi Keselamatan TNI dan Demi Keselamatan NKRI

Headline

Laporan Tahunan Ombudsman Jakarta Raya Terbanyak Tentang Agraria Dan Hukum
Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Perancis

Headline

Setelah 30 Tahun Lebih, Presiden Perancis Kembali Kunjungi Indonesia
Ketua Fraksi Gerindra Kota Bekasi Puspa Yani.

Headline

Peduli Terdampak Covid-19, Fraksi Gerindra Sumbangkan Sembako
Yogi Kurniawan

Ekbis

Terpilih Sebagai Ketua Umum HIPMI, Ini Langkah Yogi Kurniawan
Layani Masyarakat, ASN Sederhanakan Proses Birokrasi

Headline

Layani Masyarakat, ASN Sederhanakan Proses Birokrasi
Presiden Jokowi saat menghadiri perhelatan festival musik We The Fest 2017, di JI Expo Kemayoran, Jumat malam, 11 Agustus 2017.

Headline

Hadiri Festival Musik, Jokowi: Zaman Saya Led Zeppelin dan Metallica