Notice: Fungsi add_theme_support( 'html5' ) ditulis secara tidak benar. Anda harus menyampaikan jajaran tipe. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 3.6.1.) in /home/u8334638/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831
Menkominfo: Facebook Wajib PatuhiKetentuan Usaha di Indonesia

Home / Headline / News / Pemerintahan

Kamis, 3 Agustus 2017 - 13:36 WIB

Menkominfo: Facebook Wajib PatuhiKetentuan Usaha di Indonesia

Menkominfo Rudiantara bertemu dengan perwakilan Facebook Asia Pasifik di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (2/8/2017). Foto: Setkab

Menkominfo Rudiantara bertemu dengan perwakilan Facebook Asia Pasifik di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (2/8/2017). Foto: Setkab

SUARAPENA.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara melakukan serangkaian pertemuan dengan delegasi dari Facebook di Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Delegasi yang dipimpin oleh Perwakilan Facebook Asia Pasifik Jeff Wu dan tim tersebut membahas beberapa poin penting terkait dengan sosialisasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sektor digital, penanganan isu-isu terorisme, radikalisasi dan hoax, serta perkembangan industri OTT di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Menkominfo menyampaikan kebijakan baru terkait dengan KBLI. Untuk itu, Facebook diminta melakukan penyesuaian atas KBLI yang selama ini dijadikan dasar beroperasinya Facebook di Indonesia.

Untuk menyediakan layanan di Indonesia, Facebook mengantongi izin prinsip yang dikategorikan sebagai manajemen konsultan (consulting management), sedangkan dalam praktiknya, aktivitas Facebook merupakan klasifikasi usaha platform digital berbasis komersial.

“Kami ingin Facebook menyampaikan komitmennya untuk menyesuaikan dengan ketentuan KBLI yang baru,”ujar Rudiantara, Rabu (2/8/2017).

Sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, Penyelenggara Platform Digital merupakan hasil penyesuaian terhadap item-item yang terdapat dalam KBLI 47919, di mana e-retail tetap menjadi kewenangan Kementerian Perdagangan. Sedangkan penyelenggaraan platform digital dalam bentuk market place berbasis platform, daily deals, price grabber, atau iklan baris online menjadi kewenangan Kementerian Kominfo dalam KBLI 63122 : Portal Web dan atau Platform Digital Berbasis/Berorientasi komersial.

Baca juga:  Bursa Wagub DKI Jakarta Pengaruhi Dukungan PKS untuk Prabowo?

Di samping itu, Kementerian Kominfo saat ini telah merumuskan Rancangan Peraturan Menteri terkait Over The Top (OTT) yang mengatur perihal regulasi layanan penyediaan aplikasi dana atau konten melalui internet yang akan segera diberlakukan oleh Kominfo. Diharapkan RPM OTT ini dapat memberikan pemahaman kepada penyedia layanan dan penyelenggara telekomunikasi.

Geoblocking, Fitur Pengendali Konten Negatif Facebook

Pertemuan dengan Facebook ini merupakan rangkaian koordinasi Kementerian Kominfo dengan Penyedia Layanan Media Sosial Global dalam mekanisme penanganan konten yang semakin cepat dan saksama. Pertemuan ini bukan yang pertama, namun merupakan pertemuan yang terus-menerus untuk sama-sama memperoleh pemahaman bersama dalam penanganan muatan internet bermuatan negatif. Hal itu ditegaskan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan saat menggelar konferensi pers di Ruang Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu (2/8/2017).

Baca juga:  Tulis Komentar Menista Agama, Bocah 15 Tahun di Bekasi Diciduk

Semmy, demikian panggilan akrab Dirjen Aptika, menjelaskan Facebook melaporkan adanya fitur baru Geoblocking yang dapat mengendalikan konten negatif yang disesuaikan dengan ketentuan negara tertentu. “Ada konten khusus yang memang tidak bisa diakses di Indonesia dengan adanya fitur Geoblocking ini. Untuk itu, Facebook juga akan membuat algoritma yang diperuntukkan khusus Indonesia,” tambah Semmy.

Sebelumnya pada Rapat di Grand Hyatt pagi tadi, Jeff Wu menegaskan bahwa Facebook akan melakukan upaya perbaikan dalam mekanisme penanganan konten negatif di Indonesia, diantaranya dengan menujuk pegawainya (orang Indonesia) yang berbasis di Jakarta untuk percepatan penanganan konten negatif di platform mereka.

Semmy menambahkan, “Kita saat ini sangat intensif dan juga seterusnya untuk menangani konten-konten bermuatan radikal dan terorisme. Makanya kita mengundang penyedia aplikasi media sosial semua. Meski kami sering bertemu namun kita terus memperkuat koordinasi untuk mendapatkan penanganan yang semakin responsif. Para penyedia media sosial perlu mendapatkanupdate dari Kementerian Kominfo untuk kemudian ditekankan penanganan yang responsif di sisi penyedia layanan media sosial. Kali ini pertemuan dengan Facebook.”

Baca juga:  Kapolres Bogor Bentuk Satgas Nusantara sekaligus Hadiri Tabligh Akbar Polsek Cariu

Dalam kurun waktu 2016 sampai dengan awal Juli 2017, terdapat 402 laporan konten negatif mencakup pornografi, child pornografi, radikalisme, terorisme, akun palsu, fraud, berita hoax hingga ujaran kebencian. Namun dari laporan tersebut baru 50.7% yang direspon oleh pihak Facebook. Hal ini salah satunya disebabkan adanya perbedaan pemahaman antara Facebook dan pemerintah terkait konten negatif.

Untuk itu Kementerian Kominfo mendesak Facebook agar lebih berperan aktif dalam mengurangi konten negatif dan berharap memiliki tim pengawas agar lebih cepat mengenali temuan konten negatif di Indonesia. Selain itu diperlukan kerja sama intens antara pemerintah Indonesia dan Facebook dalam penanganan hoax.

“Penanganan hoax ini kontekstual, karena membutuhkan pihak yang bisa menentukan ini hoax atau tidak secara cepat. Yang bisa kita lakukan adalah dengan adanya tim terpadu untuk memantau sekaligus memberi  masukan dalam menentukan konten negatif di Indonesia.” pungkas Semmy.

(kemkominfo/en/sng)

Share :

Baca Juga

Nofel Saleh Hilabi

Ekbis

Tokoh Pemuda Ini Berikan Solusi Pemberantasan Narkoba, Siapa Dia?
Kemnaker Jawab Tantangan Industri Kreatif dengan Animasi dan Game

Headline

Kemnaker Jawab Tantangan Industri Kreatif dengan Animasi dan Game
Donasi Gaji BPJamsostek Berikan Jaminan Tenaga Medis Covid-19

Headline

Donasi Gaji BPJamsostek Berikan Jaminan Tenaga Medis Covid-19

Headline

Lihat Ini, Senjata Tajam yang Ditenteng Geng Motor Tambun 45 Bikin Ngeri
Pendukung Prabowo-Sandi Ajak Jaga Kamtibmas dan Sukseskan Pemilu 2019

Headline

Pendukung Prabowo-Sandi Ajak Jaga Kamtibmas dan Sukseskan Pemilu 2019
Dari Total 550 Eks Napi Kasus Terorisme, 80 Direhabilitasi Kemensos

Headline

Dari Total 550 Eks Napi Kasus Terorisme, 80 Direhabilitasi Kemensos
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi (kiri) dan Dandim 0507 Bekasi Kolonel Arm. Iwan Aprianto (kanan) usai melakukan apel gabungan Operasi Ketupat Jaya 2021 di Stadion Patriot Chandrabaga, Rabu (5/5/2021).

News

Kota Bekasi Gelar Operasi Ketupat Jaya Jelang Hari Raya Idul Fitri

Headline

Ekspor Industri Tenun dan Batik Lampaui US$151 Juta