Scroll untuk baca artikel
Hukrim

Operasi Senyap Pengungkapan Laboratorium Ganja Sintetis di Sentul Bogor, 5 Orang Jadi Tersangka

×

Operasi Senyap Pengungkapan Laboratorium Ganja Sintetis di Sentul Bogor, 5 Orang Jadi Tersangka

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, JAKARTA – Dalam sebuah operasi yang menyerupai skenario film thriller, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sebuah laboratorium narkotika terselubung di klaster Mountain View, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Pada Kamis, 2 Mei 2024, petugas kepolisian menyerbu lokasi dan menangkap lima orang tersangka yang terlibat dalam pembuatan cannabinoid sintetis yang dikenal dengan nama MDMB-4en-Pinaca.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Brigjen Suyudi Ario Seto, Wakil Kepala Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa kelima tersangka memiliki peran yang berbeda dalam operasi rahasia ini.

Berita Terkait:  Caleg Terpilih PKS Akui Pakai Uang Sabu Buat Kampanye, Polisi Buru Satu Tersangka Lagi

BBH, berusia 28 tahun, bertugas sebagai penjaga gudang dan transporter, mengawasi gudang Clandestine Laboratory yang terletak di Perumahan Jalan Anggrek Vanda, Tangerang Selatan.

Sementara itu, H dan S, masing-masing berusia 36 dan 31 tahun, adalah otak di balik proses kimia yang mengubah 5CL menjadi ganja sintetis yang berbahaya.

GBH, seorang pemuda berusia 20 tahun, berperan sebagai kurir yang menghubungkan produsen dengan reseller, sedangkan MFH, 24 tahun, adalah bos dan pemodal yang memandu proses pengolahan narkotika.

Berita Terkait:  Laboratorium Narkoba di Bali Jaringan ‘Hydra’, Gunakan Stiker Kode Buat Transaksi

“Penangkapan ini bermula dari laporan tentang pengiriman bahan baku narkoba dari Cina ke Indonesia, yang memicu serangkaian investigasi rahasia,” ungkap Brigjen Suyudi.

Menurut Suyudi, transaksi pembayaran untuk narkotika ini dilakukan menggunakan mata uang kripto, menunjukkan tingkat kecanggihan dan kerahasiaan dalam operasi jaringan ini.

Adapun kelima tersangka kini menghadapi hukuman berat, dengan ancaman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara, sesuai dengan ketentuan Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Berita Terkait:  DPP Forza Pertanyakan Keseriusan Polisi Soal Penanganan Kasus Narkotika

Dalam upaya untuk memerangi penyalahgunaan narkotika, Suyudi juga menyerukan kepada masyarakat untuk melaporkan anggota keluarga yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Pihak kepolisian berjanji akan memfasilitasi rehabilitasi, dengan harapan bahwa mereka yang terjerat dalam penggunaan narkotika dapat diselamatkan dan disembuhkan melalui program rehabilitasi yang efektif.

“Karenanya penting kewaspadaan dan kerjasama antara masyarakat dan penegak hukum dalam memerangi jaringan narkotika yang semakin canggih dan tersembunyi,” pungkasnya. (sp/hp)