HeadlinePemerintahan

Pembangunan Gedung Baru Imigrasi dan Renovasi Lapas Bekasi Dimulai

SUARAPENA.COM – Pembangunan gedung baru layanan imigrasi kelas II dan renovasi lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II Bulakkapal Bekasi dimulai. Pembangunan kantor imigrasi Bekasi ditandai dengan acara seremonial peletakan batu pertama, Selasa (14/11/2017).

Dadang Ginanjar, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi mengungkapkan, pembangunan fisik kantor imigrasi berdiri di atas lahan seluas 5.229 meter per segi. Lahan ini berstatus sebagai milik Kementerian Hukum dan HAM.

“Luas tapak bangunannya mencapai 758 meter per segi dengan tiga massa bangunan. Bangunan utama terdiri atas enam lantai dengan luasan lantai mencapai 3.888 meter per segi, mushola satu lantai seluas 60 meter per segi dan power house satu lantai seluas 50 meter per segi,” katanya.

Bangunan kantor imigrasi Bekasi ink menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi 2017 dan 2018 senilai total Rp33,5 miliar. Pengerjaannya sendiri diproyeksikan rampung dalam 390 hari kalender.

“Alokasi anggarannya tahun jamak. Untuk alokasi 2017 Rp15 miliar dan sisanya pada 2018 diusulkan Rp18,5 miliar lebih,” jelasnya.

Sementara proyek rehabilitasi gedung Lapas Kelas IIA Bulak Kapal Bekasi Timur di Jalan Raya Pahlawan, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur akan memanfaatkan tambahan lahan seluas total 20.786 meter per segi dengan luas tapak bangunan mencapai 6.953 meter per segi.

Menurut Dadang, terdapat sembilan massa bangunan yang terdiri atas blok hunian dua lantai seluas 9.250 meter per segi, kantor dan ruang kunjungan dua lantai seluas 1.624 meter per segi.

Dapur satu lantai seluas 240 meter per segi, masjid satu lantai seluas 375 meter per segi, gereja satu lantai seluas 135 meter per segi, poliklinik satu lantai seluas 300 meter per segi, MCK enam unit dalam satu lantai seluas 144 meter per segi, workshop satu lantai seluas 250 meter per segi, dan rumah genset satu lantai seluas 72 meter per segi.

“Estimasi waktu pelaksanaan sekitar 400 hari kalender dengan menghabiskan APBD Kota Bekasi tahun jamak total Rp83,9 miliar lebih, terdiri atas APBD 2017 Rp10 miliar dan APBD 2018 Rp73,9 miliar,” bebernya. (sng)

Tags
Show More
Back to top button
Close
Close