Home / Pena Kita

Rabu, 4 Januari 2017 - 18:16 WIB

Perang Dunia ke III di Indonesia

Alika Khansa

Alika Khansa

Oleh Alika Khansa,
Secret Admirer dan Badjingan Kelas Kakap

AKU mendengar bombardir keras sekali sepagi ini. Lucunya, ini adalah perang yang paling nyaman di abad ke sekian dari perang-perang sebelumnya. Gosipnya, sekian puluh juta masyarakat Cina berbondong-bondong masuk ke Indonesia, merebut lapangan pekerjaan orang-orang pribumi. Beberapa pihak tengah mengkritisi program bebas visa yang dikhawatirkan justru disalahgunakan oleh para pendatang Tiongkok.

Baca juga:  Kepahlawanan Dalam Rahim Islam Progressif

Agenda setting media salah satu strategi perang urat syaraf para propagandis. Tanpa disadari, dan tak perlu bertanya-tanya lagi perang memang tengah berlangsung akhir-akhir ini. Sudah lama terdengar memang, bagaimana di Cina search engine Google saja tidak bisa menembusnya, mereka justru memilih Baidu, produk mereka sendiri untuk kepentingan kepentingan regionalnya.

Baca juga:  Hari Pers Nasional, Maju ke Depan atau Berlari Mundur

Kembali pada perang dan bombardir sebelumnya. Banyaknya pemberitaan yang diberi aroma kebencian kepada Cina, memang mulai tampak entah sejak kapan lamanya, namun semakin terasa menggelegar akhir-akhir ini. Dari segalanya, masyarakat Indonesia dituntun untuk menimang kebenciannya, merawatnya, dan mengasuhnya hingga mengakar dan menguat sampai ke jantungnya.

Share :

Baca Juga

Pers Daerah Tak Lagi Merdeka - Oleh Didit Susilo

Headline

Pers Daerah Tak Lagi Merdeka
Tan Malaka dan Filosofi Keminangan

Headline

Tan Malaka dan Filosofi Keminangan
Bahasa dalam Persatuan - Oleh La Ode Muh. Dzul Fijar

Headline

Bahasa dalam Persatuan
Mandeknya Kreativitas Budaya

Kultural

Mandeknya Kreativitas Budaya
Ramadan di Dunia Hari Raya di Akhirat

Headline

Problem Otak, atau Problem Hati?

Pena Kita

Menanti Peran Aktif Muballigh di Bulan Ramadhan, Menciptakan Kamtibmas Pasca Ledakan Bom Makassar
Negeri Para Ksatria, Para Pandu Bhumi

Pena Kita

Negeri Para Ksatria, Para Pandu Bhumi
Alih Status Pegawai KPK Menjadi ASN, Potensi Masalah Hukum Baru

Pena Kita

Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN, Potensi Masalah Hukum Baru