Home / Headline / Pendidikan

Sabtu, 1 April 2017 - 20:49 WIB

Soal Literasi, Kemendikbud dan DPR Dorong Terwujudnya Undang-undang Sistem Perbukuan

SUARAPENA.com – Guna mengatasi ketertinggalan literasi masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama DPR RI dorong terwujudnya Undang-undang Sistem Perbukuan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan, Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Sistem Perbukuan sudah cukup baik. Hal tersebut disampaikan Mendikbud pada seminar RUU tentang Sistem Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) di Hotel Atlet Century, Jakarta (30-3-2017).

“Bangunan dasar dan substansi dari draf RUU Sistem Perbukuan ini cukup memadai dan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi ketertinggalan literasi masyarakat,” ungkapnya.

Mendikbud di depan peserta seminar yang dihadiri Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan, substansi utama yang ingin dicapai melalui RUU  Sistem Perbukuan, di antaranya menumbuhkembangkan budaya literasi seluruh warga negara Indonesia.

Baca juga:  Sengkarut PPDB Di Bodebek: Ombudsman Akan Panggil Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Selain itu agar mampu mengatur dan mewujudkan sistem perbukuan untuk menghasilkan buku yang bermutu, terjangkau atau murah dan merata. Serta diharapkan dapat meningkatkan peran pelaku perbukuan untuk mempromosikan kebudayaan nasional melalui buku.

Daya literasi terkait erat dengan keberadaan buku. Sebagai salah satu media pembelajaran, khususnya untuk siswa, buku memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan minat baca siswa.

“Semoga RUU yang nantinya menjadi undang-undang Sistem Perbukuan ini dapat dirumuskan dan ditetapkan dengan hati dan pikiran yang jernih agar niat memperbaiki daya literasi masyarakat dapat membawa kebaikan,” tambahnya.

Baca juga:  Facebook Menindak Iklan Diskriminatif Setelah Reaksi Bertahun-tahun

Data United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Hanya 1 orang dari 1.000 penduduk yang memiliki minat baca (0,001). Hasil penelitian Perpustakaan Nasional mengungkapkan, bahwa masyarakat Indonesia rata-rata membaca sekitar 2-4 jam per hari, di bawah standar UNESCO sekitar 4-6 jam per hari.

Masyarakat di negara maju rata-rata meluangkan 6-8 jam per hari untuk membaca. Di sisi lain, terdapat sekitar 30.000 judul buku yang diterbitkan setiap tahun oleh penerbit (Data Ikatan Penerbit Indonesia tahun 2016).

Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU Sistem Perbukuan, Sutan Adil Hendra menyampaikan konsep 3M untuk mewujudkan sistem perbukuan nasional yang baik, yaitu mutu, murah (harga yang terjangkau) dan merata. Mencakup konten, proses, dan produk.

Baca juga:  Lebih Mengenal Allah lewat Jazz

“Konsep 3M ini untuk mendorong peningkatan daya pikat buku yang erat hubungannya dengan daya literasi. Daya pikat itu terdiri atas konten/materi, desain/artistik, dan harga,” ujar Sutan.

Sebelumnya, RUU Sistem Perbukuan ini telah melalui uji publik sebanyak tiga kali di Kota Medan, Semarang dan Malang.

“RUU ini telah mempertimbangkan keberadaan industri perbukuan dan juga keuangan negara,” tutur Kepala Balitbang Totok Suprayitno.

Dijadwalkan, pada April 2017 ini RUU Sistem Perbukuan dapat disahkan melalui sidang paripurna. (sng)

Share :

Baca Juga

Headline

Aktivitas saat Ramadan Meningkat, Safrial Imbau Masyarakat Waspadai Ini

Headline

Camat Jatisampurna Tinjau Warga Tinggal Di Kolong Jembatan

Headline

Pra Musrenbang, Lurah Jatikarya: Tinggal Pembebasan Lahan Tandon Air Untuk Cegah Banjir

Headline

Pengurus Baru PMI Kota Bekasi Dilantik Hari Ini
Jabatan Kepala Dinas

Headline

Dua Jabatan Kepala Dinas Kosong, Neneng Bakal Open Bidding
Wujudkan Smart City Clean Energy, PLN Sinergi dengan Pemkot Bekasi

Headline

Wujudkan Smart City Clean Energy, PLN Sinergi dengan Pemkot Bekasi
apartemen subsidi PT Trio Propertindo Jaya

Ekbis

PNS dan TKK Jadi Sasaran Pasar Apartemen Subsidi di Bekasi
uang, pungli, LP3D, inflasi

Headline

Warga Gunungputri Bogor Keluhkan Dugaan Pungli Sertifikasi Lahan Prona