Home / Pendidikan

Jumat, 4 Juni 2021 - 18:30 WIB

Teknologi Digital Jadi Ciri Khas Pembelajaran Masa Depan di SMM

SUARAPENA.COM – Pembelajaran yang terintegrasi dengan perangkat teknologi digital akan menjadi ciri khas pembelajaran masa depan.

Di masa pandemi ini, banyak yang menawarkan pembelajaran dengan menggunakan teknologi sebagai media ajar, tapi tidak banyak yang mengintegrasikan teknologi dan pedagogi atau metode ajar dengan baik. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM), Laksmi Mayesti, di Jakarta, Jumat (4/7/2021).

“Sejak awal, bahkan sebelum pandemi, Sekolah Murid Merdeka (SMM) sudah menginisiasi model pembelajaran blended learning, yaitu metode yang menggabungkan pembelajaran online (dalam jaringan) dan pembelajaran offline atau tatap muka langsung. Rencana pembelajaran di SMM sudah termasuk pilihan pembelajaran online dan tatap muka langsung,” kata Laksmi.

Baca juga:  Kemendikbud Gelar Dialog Bahas Cetak Biru Pendidikan Nasional

Menurutnya, belajar online bisa sangat engaging, menyenangkan dan bermakna. Kuncinya ada pada kreativitas yang dibangun tenaga pengajar. Semua pengajar Sekolah Murid Merdeka dituntut selalu mengembangkan kreativitas, agar peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka, baik dengan guru maupun teman-temannya.

“SMM menawarkan fleksibilitas. Kami percaya setiap anak punya kebutuhan yang berbeda, dan punya konteks belajar yang berbeda juga. Sebagai pendidik kami punya kewajiban merespons kebutuhan belajar anak, termasuk merespon konteks belajar yang ada di sekitar anak,” jelasnya.

Dia mengatakan, keberadaan sekolah berkualitas relatif masih terbatas, biasanya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Seringkali orang tua siswa merasakan bahwa sekolah yang mereka harapkan jauh dari tempat tinggalnya. Seandainya bisa diakses, kadangkala sekolah itu kurang fleksibel, dan belum sampai tingkat mengukur kebutuhan anak, atau berpihak pada anak.

Baca juga:  Catatan Akhir Pekan UNBK SMK

“SMM didirikan untuk mengubah miskonsepsi bahwa kita memang bisa belajar dari mana saja, Pendidikan yang berkualitas harus merata dan bisa diakses semua anak di Indonesia. Berkat bantuan teknologi informasi, murid-murid SMM, tersebar dari Aceh hingga Papua,” ujar Laksmi.

Mengenai kurikulum yang dipakai, Laksmi menjelaskan, SMM tetap menggunakan Kurikulum Nasional. Namun dalam proses belajar-mengajar, SMM menggunakan banyak pendekatan dan inovasi.

“Kami selalu merujuk riset-riset terbaru, misalnya tentang manajemen kelas maupun pedagogi. Kami punya tim kurikulum yang rutin melakukan kajian tentang metode pembelajaran, sebelum akhirnya melibatkan guru-guru untuk berdiskusi,” kata dia.

Baca juga:  Kemendikbud Buka Seleksi “Seniman Mengajar”

Meskipun metode pembelajaran online bisa diterapkan sepenuhnya, Laksmi juga berharap pembelajaran tatap muka secara langsung sudah bisa dilakukan pada tahun ajaran baru mendatang.

“Kami sangat excited menyambut tahun ajaran baru. SMM juga menyiapkan delapan sekolah satelit di delapan kota, antara lain di Bandung, Depok, Tangerang, Surabaya serta beberapa kota besar lainnya. SMM siap seandainya pelaksanaan belajar sudah diperbolehkan dengan tatap muka langsung, tentunya dengan pendekatan belajar yang tak kalah seru dan menyenangkan,” ujarnya. (sng)

Share :

Baca Juga

Kultural

Kemendikbud Buka Seleksi “Seniman Mengajar”

Pemerintahan

Tahap Awal, 4 Desa Di Kecamatan Tebing Tinggi Sepakat Deklarasi Dekela
Bekasi Science Week

Headline

Bekasi Science Week Ajak 600 Siswa Belajar dan Bereksperimen

Headline

Serahkan 1.500 KIP, Jokowi Ikat Janji dengan Siswa di Tasikmalaya
SMAN 6 Kota Bekasi

Headline

Tercatat Masuk SMAN 6 Kota Bekasi, Esoknya Nama Siswa Ini Hilang

Pendidikan

Momen Ramadan, Disdik Jabar Canangkan Program Rantang Siswa

Pemerintahan

Sekda Hadiri Pertemuan Forum Anak Daerah
alih kelola sma

Headline

Kisruh PPDB Online, BMPS Kota Bekasi Geruduk DPRD dan Dinas Pendidikan