Notice: Fungsi add_theme_support( 'html5' ) ditulis secara tidak benar. Anda harus menyampaikan jajaran tipe. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 3.6.1.) in /home/u8334638/public_html/wp-includes/functions.php on line 5831
Tercatat Masuk SMAN 6 Kota Bekasi, Esoknya Nama Siswa Ini Hilang

Home / Headline / Pendidikan

Selasa, 11 Juli 2017 - 21:02 WIB

Tercatat Masuk SMAN 6 Kota Bekasi, Esoknya Nama Siswa Ini Hilang

Rahmawati (dua dari kanan) saat melakukan inspeksi mendadak di SMAN 6 Kota Bekasi, Selasa (11/7/2017). Foto: Adien/SUARAPENA.com

Rahmawati (dua dari kanan) saat melakukan inspeksi mendadak di SMAN 6 Kota Bekasi, Selasa (11/7/2017). Foto: Adien/SUARAPENA.com

SUARAPENA.COM – Meski sudah tercatat masuk di SMAN 6 Kota Bekasi melalui penerimaan peserta didik baru (PPDB) online, nama siswa Hirza Aniqoh Napitupulu tiba-tiba hilang. Mendapat aduan soal kisruh PPDB online ini, anggota komisi IV DPRD Kota Bekasi, Rahmawati lakukan inspeksi mendadak ke SMAN 6 Kota Bekasi, Selasa (11/7/2017).

Dalam inspeksi mendadak yang dia lakukan, ditemui adanya kejanggalan. Dimana nilai rata-rata Hirza yang mencapai 30,95 namanya terhapus padahal nilai minimum rata-rata yang diterima 30,6.

“Kok bisa NEM 30,95 tidak terdaftar masuk SMAN 6 Kota Bekasi. Sementara NEM yang terkecil 30,6 bisa masuk dan diterima,” ungkapnya.

Menurut Rahmawati, bukan hanya satu orang siswa yang tergeser dalam pendaftaran sistem PPDB online. Setelah dicek di posko pengaduan, ada beberapa orang yang tidak termasuk dalam sistem jaringan PPDB Online.

Baca juga:  Di Bekasi Angkot Pakai AC Siap Bersaing dengan Transportasi Online

“Kemungkinan besar servernya error sejak pembukaan penerimaan siswa ajaran tahun 2017 ini,” ujarnya.

Baca juga:  Pastikan PPDB Berjalan Adil, Gubernur Jabar Bentuk Tim Saber Pungli

Agar masalah PPDB online ini tidak semakin carut marut, dia meminta agar pihak Dinas Pendidikan Kota Bekasi berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, masyarakat yang hendak menyekolahkan anak mereka tidak kesulitan.

Baca juga:  Anggota DPR RI Intan Fauzi Kirim Alat Perang Lawan Covid-19

“Jadi pasti (jika bermasalah) dampaknya sangat merugikan warga masyarakat Kota Bekasi,” tukasnya.

Selain itu, dia berharap ada peninjauan kembali kewenangan kelola SMK/SMA oleh Perintah Provinsi Jawa Barat. Apalagi dengan semakin sulitnya koorsinasi yang harus dilakukan ketika terjadi masalah dalam sistem pendidikan menengah.

“Saya harap, kewenangan SMA/SMK dikembalikan lagi ke Pemerintahan Kota Bekasi,” harap politisi Partai Golkar ini. (sng)

Share :

Baca Juga

Data Covid-19 Jawa Barat 55 Orang Positif

Headline

Data Covid-19 Jawa Barat: 55 Orang Positif
timnas vs kamboja

Headline

Pelatih Timnas Indonesia U-19 Rahasiakan Strategi Pertandingan Uji Coba Lawan Kamboja

Headline

Benderanya Dibakar, PDI Perjuangan Aksi Longmarch ke Polres

Pendidikan

Digitalisasi Sekolah, Tantangan Bagi Guru agar Melek Teknologi
Destinasi Wisata

Headline

Mahasiswa Desak Pemerintah Optimalkan Destinasi Wisata Bekasi

Headline

PPNI dan Anggota Dewan Terjun Bantu Korban Banjir
Hanif Dhakiri Dorong Pelaku Usaha Lebarkan Jangkauan Pasar Online

Ekbis

Hanif Dhakiri Dorong Pelaku Usaha Lebarkan Jangkauan Pasar Online
Menkumham Yasonna Laoly

Headline

Hadiri Pembangunan Kantor Imigrasi Bekasi, Menkumham Yasonna Laoly Terharu