close

Ucok Mora Balik Pertanyakan Kinerja Pengawasan Komisi III DPRD Tanjab Barat

images_1580898522118

SUARAPENA.COM – Buntut kasus tidak hadirnya Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tanjab Barat, Arif Sambudi dalam rapat mitra kerja Komisi III DPRD Tanjab Barat akhirnya meluas. Wakil Ketua DPRD, M Safril Simaora yang dituding melarikan Kabid BM saat itu membantah keras.

Kepada awak media, Wakil Ketua DPRD Tanjab Barat dari fraksi PAN ini membenarkan ketidak hadiranya saat sidang waktu lalu.

“Saya tidak bawa Arif Sambudi. Bohong itu,” ujar politisi yang akrab dipanggil Ucok Mora via ponselnya, Rabu (5/2).

Ia beralasan sedang menjalankan tugas dan amanhnya sebagai perwakilan rakyat untuk meninjau beberapa pekerjaan di wilayah Ulu.

“Surat undangan saya ada, tapi untuk turun kelapangan hari Selasa. Karena orang tu kan rapat hari Senin, saya kira selesai hari itu, makanya saya turun ke lapangan hari Selasa,” sambungnya.

Ia menjelaskan secara pribadi maupun sebagai unsur pimpinan, pihaknya tidak mungkin sengaja membatasi tugas anggota dewan lain.

“Tak mungkin saya nak turun harus selesai rapat komisi dia. Itulah intinya, aku juga punya hak turun kelapangan. Sempat rapatnya dak selesai dua minggu, dak turun – turun kita,” papar Ucok Mora.

Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya tidak sampai terjadi jika pada jadwal Rapat Mitra Kerja yang dijadwalkan hari Senin bisa diselesaikan dalam waktu satu hari.

“Hamdani senin tidak masuk, makanya tidak tau hasil rapat. Dan saya sudah samaikan ke wakil dia assek bahwa saya mau turun. Bukan tidak ada koordinasi. Dan aku turun juga minta dampingi komisi 1, 2 dan 3. Masa rapat mitra sehari dak selesai,” terangnya.

“Kami, dewan dan saya sebagai pimpinan juga punya hak turun kelapangan. Dan saya turun bukan sebagai komisi tapi sebagai pimpinan dan resmi,” tegasnya.

Pernyataan Syafril Simamora juga didukung anggota DPRD Tanjab Barat dari partai PBB, H Syaifuddin. Menurutnya, kebijakan yang dilakukan pimpinan DPR sudah sejalan tupoksi yang diamanahkan sebagai perwakilan rakyat.

“Rapat komisi III inikan hari Senin, makanya pimpinan turun hari selasa tidak tau kalau hari senin itu rapat dak selsai karena ketua komisi tdak hadir,” ujar Syaifuddin didampingi anggota dewan dari fraksi PAN, Suhatmeri saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (5/2).

“Intinya pimpinan turun merupakan bagian dari tugas komisi 3 dan anggota dewan sebagi wakil rakyat. Beliau juga sudah terjadwal secara resmi turun pada hari Selasa,” tegas Syaifuddin.

“Nah, apa hasil temuan dari pimpinan turun itu nantinya akan disampaikan kepada komisi 3 untuk ditindak lanjuti,” imbuhnya.

Pihaknya juga menyayangkan kinerja Komisi III DPRD Tanjab Barat yang dinilai tidak efisien dalam melakukan pengawasan kegiatan pembangunan di Kabupaten Tanjab Barat.

“Faktanya komisi III ini memang jarang turun bahkan tidak pernah turun kelapangan. Kan Hamdani baru balek (pulang,red) umroh dan kegiatan segala macam. Makanya sampai yang didepan mato pun tidak di cek seperti bangunan samping Kantor bupati,” tegasnya.

Padahal menurutnya, anggaran yang diawasi komisi III DPRD Tanjab Barat memiliki tanggung jawab besar lantaran harus mengawasi hampir separuh dari total kegiatan yang dianggaran di APBD Tanjab Barat yang nilainya mencapai Rp 1,6 Trilyun.

“Berat kinerja komisi III tu maka harus ada kontrol pengawasan rutin di lapangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Rapat mitra kerja komisi III DPRD kabupaten Tanjab Barat diwarnai kekecewaan karena sikap salah satu unsur pimpinan dewan yang membawa kabid Bina Marga kelapangan tanpa ada koordinasi dengan Komisi III, sehingga kabid bina marga PUPR, Arif Sambudi tidak hadir pada rapat mitra kerja yang digelar hari Selasa (4/2).

Dikatakan Ketua komisi III, Hamdani yang didamping beberap anggotanya, H Asek, M Zaki, H Ikrom dan H Abdurahman mengaku kecewa dengan tidak hadirnya kabid bina marga Arif Sambudi, yang lebih memilih kelapangan bersama salah satu pimpinan DPRD, yakni Sjafril Simamora alias Ucok Mora tanpa ada koordinasi.

“Itukan seharusnya tugas kita komisi 3, nah mengapa tidak ada koordinasi dan membawa mitrakerja kita kelapangan lansung, coba lansung tanyakan dengan dia (Ucok Mora) lansung. Yang kita bahas ini kan banyak soal pekerjaan di bidang bina marga, bagaimana mau di bahas, kalau kabid nya saja tidak hadir,” sebut Hamdani.

Banyak persoalan pekerjaan di bidang bina marga yang akan di minta penjelasannya oleh DPRD Tanjab Barat, “Banyak yang mau kita klarifikasi dari kabid bina marga, tidak cuma soal proyek jembatan, ada juga pekerjaan lain di bidang itu yang mau kita klarifikasi, termasuk proyek jalan, ” tegasnya.

“Intinya Kami komisi III sangat kecewa tidak hadirnya kabid bina marga dinas PUPR pada rapat mitra kerja ini dan lebih memilih kelapangan bersama pimpinan tanpa ada koordinasi dengan kami,” timpalnya. (bin)

Tags : DPRD Tanjab BaratKomisi IIIKonflik Kepentingan