Scroll untuk baca artikel

Ekbis

Soal Apartemen Meikarta, Wantimpres: Anggapan Hidup Mahal Keliru

×

Soal Apartemen Meikarta, Wantimpres: Anggapan Hidup Mahal Keliru

Sebarkan artikel ini
Meikarta
Tokoh politik nasional Suharso Manoarfa saat berkunjung ke Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017). Foto: abd / suarapena.com

SUARAPENA.COM – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Suharso Monoarfa mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir tinggal di apartemen Meikarta. Sebab, anggapan biaya hidup di hunian vertikal mahal, hanya sebuah mitos. 

“Anggapan hidup mahal keliru, itu hanya mitos, buang jauh-jauh mitos itu,” kata Suharso Monoarfa saat mengunjungi proyek pembangunan hunian Meikarta, di Cikarang.‎

‎Produk Lippo Group di Kota Meikarta cukup terjangkau oleh masyarakat kelas menengah seperti buruh. Sebab, harganya hanya Rp. 127 juta, dengan cicilan Rp. 1 juta. Ini menjadi solusi kebutuhan rumah tinggal yang semakin tinggi di masyarakat.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

‎Menurut Suharso, hunian seperti apartemen Meikarta maupun rumah sussun justru mampu memangkas anggaran pengeluaran yang tidak diperlukan.

Berita Terkait:  Didukung 'Shenzhen' Indonesia, Meikarta Jadi Bagian Solusi Kemacetan

Apalagi, bila hunian vertikal tersebut terletak di pusat kota dengan sistem Transit Oriented Development (TOD) yang mumpuni. Dengan begitu, biaya transportasi yang menjadi beban keseharian akan terpangkas.

‎”Mereka jadi bisa menabung, mereka tidak perlu buang uang banyak untuk sampai ke sekolah atau kantor. Ini salah satu contoh,” jelasnya.

Berita Terkait:  Meikarta Digadang Jadi Solusi Bagi Pemerintah Atasi Backlog Perumahan

‎Tanah abang, sambung Suharso, menjadi contoh wilayah hunian vertikal di Indonesia. Seiring perkembangan zaman, di dalam hunian tersebut justru tinggal orang-orang yang punya mobil  mewah.

“Karena mereka memulai kehidupan dengan menabung dari anggaran-anggaran yang tidak perlu mereka keluarkan,” tandasnya.‎ (abd)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca