Scroll untuk baca artikel

EkbisNewsSuara Banten

Ratu Eceng, UMKM yang Ubah Gulma Jadi Produk Ekspor ke Los Angeles

×

Ratu Eceng, UMKM yang Ubah Gulma Jadi Produk Ekspor ke Los Angeles

Sebarkan artikel ini
Salah satu produk UMKM Ratu Eceng, yang ubah gulma dan tembus pasar global.
Salah satu produk UMKM Ratu Eceng, yang ubah gulma dan tembus pasar global.

Suarapena.com, TANGERANG – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Tangerang kembali menunjukkan kiprahnya di pasar internasional. Melalui inovasi berbasis kearifan lokal, Ratu Eceng berhasil mengolah tanaman eceng gondok menjadi produk kerajinan bernilai tinggi yang kini menembus pasar global.

Pemilik Ratu Eceng, Ieko Damayanti, mengatakan usaha tersebut dirintis sejak 2008. Awalnya, ia mengikuti pelatihan menganyam yang difasilitasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Tangerang di Yogyakarta pada 2007.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Dari pelatihan itu, saya mulai melihat potensi eceng gondok yang selama ini dianggap gulma menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Ieko, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, konsistensi dalam mengembangkan usaha selama lebih dari 15 tahun membuahkan hasil. Produk Ratu Eceng kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Banten, tetapi juga telah menjangkau berbagai kota besar seperti Bali, Batam, dan Bandung.

Berita Terkait:  Berkat Kolaborasi Cemerlang, UMKM di Solo Goes to Prancis

Sejak 2019, produk kerajinan tersebut bahkan telah menembus pasar ekspor ke Los Angeles, Amerika Serikat.

“Kami berangkat dari keinginan untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap eceng gondok. Saat ini, produk kami sudah bisa bersaing di pasar internasional,” kata dia.

Ratu Eceng memproduksi beragam kerajinan, mulai dari tas, tas hampers, hingga dekorasi rumah seperti keranjang, wadah tisu, dan kotak laundry. Selain itu, mereka juga membuat furnitur seperti set sofa dengan harga hingga Rp 5 juta. Adapun produk kecil seperti tatakan piring dijual mulai Rp 15.000.

Tidak hanya memanfaatkan eceng gondok, Ratu Eceng juga mengembangkan produk dari bahan lain seperti pandan, pelepah pisang, dan rotan untuk mengikuti tren pasar global.

Dalam proses produksi, Ratu Eceng mampu menghasilkan 10 hingga 50 produk per hari. Jumlah tersebut dapat meningkat hingga 100 produk jika ada pesanan dalam jumlah besar dengan melibatkan tim produksi.

Berita Terkait:  Hafidz Donat & Bakery, Usaha Rumahan yang Sukses Berkat Pembinaan Dinsos Sosial

Kualitas produk yang dihasilkan membuat Ratu Eceng dipercaya untuk mengisi kebutuhan interior di sejumlah hotel di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di antaranya Hotel Sheraton dan Hotel Anara Terminal 3.

Ieko menambahkan, pihaknya juga melayani pesanan khusus sesuai permintaan konsumen, baik dari segi desain, ukuran, maupun warna.

“Kami ingin memberikan fleksibilitas kepada konsumen agar mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Saat ini, galeri Ratu Eceng berlokasi di Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Masyarakat juga dapat melihat katalog produk melalui media sosial resmi mereka.

Keberhasilan Ratu Eceng menjadi salah satu contoh bagaimana UMKM lokal mampu berkembang dan bersaing di pasar global melalui inovasi dan pemanfaatan potensi daerah. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca