Scroll untuk baca artikel

Lifestyle

Tips Menyusui bagi Wanita Karir dari Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi

×

Tips Menyusui bagi Wanita Karir dari Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi

Sebarkan artikel ini
Tips menyusui bagi wanita karir
dr. Ayi Dilla Septarini

Suarapena.com, BEKASI – Menyusui adalah kodrat seorang ibu, disini akan dijelaskan bagaimana tips menyusui bagi wanita karir. Setidaknya, selama dua tahun si buah hati harus mendapatkan asupan Air Susu Ibu (ASI). Jadi, selain melakukan persiapan dalam persalinan, sebaiknya juga melakukan persiapan menyusui.

Menurut dr. Ayi Dilla Septarini, dokter spesialis anak dan konselor laktasi Rumah Sakit Primaya Bekasi, bayi dengan asupan ASI yang cukup mempunyai antibodi yang kuat.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Bayi yang mendapatkan ASI akan tumbuh jadi anak dewasa yang pintar, dengan IQ dan kecerdasan emosional yg baik,” kata dr. Ayi dalam diskusi Modern Parent, di Oval Atrium Summarecon Mall Bekasi, Sabtu (5/8/2023).

Memandang lebih jauh, dr. Ayi bahkan menilai bahwa menyusui menjadi salah satu sistem pencegahan dini dalam mencegah korupsi.

“Kalau mau Indonesia bebas korupsi maka susuilah anak-anak kita,” ujarnya.

Tantangan menyusui sangat banyak sekali, maka sebaiknya seorang ibu yang sedang hamil tidak saja mempersiapkan kelahiran si buah hati. Tetapi juga mulai belajar tentang laktasi atau belajar menyusui.

Laktasi perlu dipelajari mengingat pentingnya asupan ASI bagi bayi. Persoalan yang kadang dialami oleh ibu menyusui diantaranya puting lecet, aliran susu tidak lancar, hingga berpengaruh pada berat badan bayi.

Memberikan tips menyusui bagi wanita karir, dokter spesialis anak ini ternyata cukup religius. Ia menegaskan bahwa dalam Islam diajarkan agar seorang ibu menyusui anaknya dalam kurun waktu dua tahun. Meski sibuk bekerja, wanita karir seharusnya tetap memprioritaskan menyusui anaknya.

Berita Terkait:  Tujuh Cara Membantu Seseorang agar Melalui Panic Attack

“Tips bagi ibu yang kerja, kuncinya Allah memerintah kita menyusui dua tahun, itu wajib. Kalau kerja itu mubah atau boleh, jadi jangan dibalik, yang wajib itu menyusuinya,” jelas dr. Ayi.

Dalam memberikan minum kepada bayi juga sebaiknya dilakukan dengan media gelas. Meski penggunaan dot dianggap lebih mudah, tetapi media dot dianggap bukan media minum yang benar.

“Pemberian minum sebaiknya pakai media gelas. (Bayi) diajarin minum pakai gelas, bagaimana agar tidak tumpah. Jangan takut keselek, nangis, itu bisa diajarin. Pakai dot mudah tapi tidak benar,” sambungnya.

Ibu menyusui juga harus memperhatikan payudaranya, dengan menjaga kebersihan, memakai bra yang nyaman atau menggunakan breast pad jika diperlukan.

Menyusui Membantu Ibu Melawan Stress

dr. Ayi juga menyampaikan, bahwa menyusui sebenarnya dapat membantu seorang ibu dalam melawan stress. Hal ini berkaitan dengan hormon yang dihasilkan ketika seorang ibu menyusui bayinya.

“Sebab menghasilkan hormon oksitosin yang sering disebut sebagai hormon cinta, karena berkaitan dengan perasaan kasih sayang dan keterikatan antar manusia,” ungkap dia.

Ia menjelaskan, keluarnya aliran ASI saat menyusui, hormon oksitosin dapat membantu memberikan efek menenangkan bagi para ibu. Semakin sering menyusui, semakin banyak oksitosin yang diproduksi.

Berita Terkait:  Ayah Bunda Harus Tahu, Ini Cara Pencegahan Obesitas Pada Anak

Namun berbeda, jika stress yang dialami seorang ibu disebabkan oleh kendala menyusui, seperti ASI tidak lancar, si kecil menolak menyusui, ini  juga bisa merangsang hadirnya hormon oksitosin melalui skin-to-skin atau kontak kulit bersama si kecil agar proses menyusui lancar.

Ayi menambahkan, menyusui memang bisa menjadi pekerjaan yang berat dan ibu mungkin merasa kelelahan sehingga tidak sempat untuk merawat diri sendiri. Oleh karena itu, meski merawat si kecil adalah prioritas nomor satu, ibu tetap perlu merawat dan menjaga ketenangan diri sendiri.

“Luangkanlah waktu setiap harinya untuk melakukan hal-hal yang ibu sukai, entah dengan membaca buku, berolahraga ataupun hanya beristirahat. Namun, pastikan si kecil dititipkan kepada orang yang bisa ibu andalkan selain pasangan,” tambahnya.

Seorang ibu, kata dia, jangan merasa bersalah atau terlalu keras pada diri sendiri jika tidak dapat menyusui si kecil secara langsung, karena harus kembali kerja ataupun karena kondisi lainnya.

Si kecil akan bisa mendapatkan asupan ASI yang ia butuhkan untuk tumbuh kembangnya melalui media gelas atau media menyusui lainnya. Setiap ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, namun jika perlu jangan lupa untuk selalu berkonsultasi kepada tenaga profesional. (Sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca