Suarapena.com, BANDUNG – Akhir pekan kemarin, Jalan Braga bertransformasi menjadi surga pejalan kaki, seiring dengan inisiatif ‘Braga Free Vehicle’ yang digagas oleh Pemerintah Kota Bandung.
Pada tanggal 4 dan 5 Mei, Jalan Braga yang terkenal itu ditutup untuk kendaraan bermotor, memberikan kesempatan bagi warga dan wisatawan untuk menikmati keindahan dan kuliner kawasan tersebut tanpa gangguan suara dan polusi.
Kuliner Legendaris Bertemu Inovasi Modern
Jalan Braga, yang dikenal dengan bangunan bersejarah dan suasana kolonialnya, juga merupakan rumah bagi beberapa kuliner legendaris yang telah memanjakan lidah para penikmat makanan selama puluhan tahun:
- Sumber Hidangan: Sebagai ikon kuliner Bandung sejak 1929, toko roti ini menawarkan pengalaman mencicipi sejarah melalui setiap gigitan roti dan kue buatannya.
- Braga Permai: Restoran ini tidak hanya menyajikan menu otentik yang telah bertahan uji waktu, tetapi juga memperkenalkan kembali Chicken Mushroom Creamy Soup, sebuah resep hampir berusia satu abad.
- Lakker: Berdiri sejak 1986, Lakker membawa warisan kuliner dengan menyajikan hidangan yang telah menjadi bagian dari memori kuliner warga Bandung.
Sementara itu, kuliner kekinian juga tidak kalah menarik perhatian:
- Es Cantina: Kedai es krim yang menjadi favorit dan hits, menawarkan sensasi rasa yang unik dalam suasana yang santai dan trendi.
- Tahilalats: Lebih dari sekadar toko, Tahilalats menghidupkan karakter-karakter komik lokal yang terkenal, memberikan pengalaman kuliner yang juga visual.
- Tiramisusu: Menyediakan berbagai pilihan tiramisu, dari double choco hingga cookies n cream, yang siap memanjakan penikmat manis.
Jalan Braga pada akhir pekan kemarin tidak hanya menjadi tempat yang ideal untuk berkuliner, tetapi juga menjadi ruang terbuka bagi komunitas untuk berkumpul, berinteraksi, dan menikmati kekayaan budaya Bandung. Jadi, manakah dari surga kuliner ini yang akan Anda kunjungi terlebih dahulu? (sp/yan)










