Sejak dibangun pada 2012 lalu, bangunan megah di Jl. Sri Soedewi yang sudah menelan dana hingga puluhan miliar rupiah itu semakin memprihatinkan. Tidak ada penganggaran perawatan sehingga membuat gedung tersebut kurang terawat.
Kondisi bangunan Balai Adat mulai rusak di beberapa bagian. Tiang penyangga tangga masuk bagian depan nampak retak, dan beberapa bagian plafon bangunan mulai terlepas. Pondasi bangunan juga nampak retak dan hampir seluruh pagar yang terbuat dari kayu mulai lapuk. (ded)










