Suarapena.com, JAKARTA – Bau mulut kerap menjadi keluhan yang muncul saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh berkurangnya produksi air liur selama berjam-jam tidak makan dan minum, sehingga memicu mulut kering dan berkembangnya bakteri penyebab bau tidak sedap.
Dokter gigi dari sejumlah fasilitas kesehatan menjelaskan, bau mulut atau halitosis saat puasa merupakan kondisi yang wajar. “Ketika tubuh tidak mendapat asupan cairan, produksi air liur menurun. Padahal air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan bakteri di dalam rongga mulut,” ujar salah satu dokter gigi, Sabtu (21/2/2026).
Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan bau mulut tanpa mengganggu ibadah puasa.
Pertama, menyikat gigi dua kali sehari, terutama setelah sahur dan sebelum tidur, menjadi langkah utama menjaga kebersihan mulut. Membersihkan lidah juga dianjurkan karena bakteri kerap menumpuk di permukaan lidah dan menjadi sumber bau tidak sedap.
Penggunaan benang gigi (dental floss) dapat membantu membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat.
Kemudian, pemilihan makanan saat sahur turut berpengaruh terhadap aroma napas sepanjang hari. Makanan dengan bau menyengat seperti bawang putih, bawang merah, dan petai sebaiknya dibatasi.
Sebaliknya, konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air dan serat, seperti apel dan mentimun, dapat membantu menjaga kelembapan mulut serta merangsang produksi air liur.
Lalu yang ke tiga, memenuhi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur penting untuk mencegah dehidrasi. Pola minum dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur bisa menjadi pilihan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Hindari minuman berkafein secara berlebihan karena dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh.
Terakhir, berkumur dengan obat kumur antiseptik non-alkohol setelah sahur dapat membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab bau mulut. Kandungan alkohol sebaiknya dihindari karena dapat membuat mulut semakin kering.
Dalam sebuah hadis riwayat Muhammad disebutkan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi. Meski memiliki makna spiritual, menjaga kebersihan dan kesehatan mulut tetap menjadi bagian dari upaya merawat diri selama menjalankan ibadah.
Dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, umat Muslim dapat menjalankan puasa dengan lebih nyaman dan percaya diri sepanjang hari. (sp/ai)










