Suarapena.com, JAKARTA – Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, arus lalu lintas Lebaran mulai menunjukkan pergeseran menuju arus balik. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat, pergerakan kendaraan dari dan menuju Jakarta mulai berubah secara bertahap.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.
“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik,” kata Marupa, Senin (23/3/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polri bersama sejumlah pemangku kepentingan seperti Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk contraflow serta one way lokal dan nasional.
Rencananya, sistem one way nasional akan diberlakukan pada 24 Maret 2026 mulai KM 414 hingga KM 70.
Masyarakat juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif, seperti ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan yang akan digratiskan pada segmen tertentu selama Operasi Ketupat berlangsung.
Di sisi lain, mobilitas masyarakat melalui transportasi umum juga terpantau tinggi. Pada moda laut, tercatat 871 perjalanan kapal di 36 pelabuhan dengan jumlah penumpang mencapai 223.317 orang.
Sementara itu, moda kereta api melayani 2.922 perjalanan dengan total 1.521.787 penumpang, dan moda udara mencatat 1.565 penerbangan dengan jumlah penumpang 179.549 orang.
Marupa kembali mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan, termasuk saat berwisata.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” ujarnya.
Polri memastikan akan terus bersiaga selama 24 jam guna menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik hingga Operasi Ketupat 2026 berakhir. (sp/hp)










