SUARAPENA.COM – Pelaksanaan kegiatan proyek Peningkatan Skala Kawasan (Rigid Beton) Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir dinilai sarat kejanggalan.
Setelah dikritik soal kelengkapan dukungan alat, pekerjaan ini juga diragukan kualitasnya lantaran minimnya pengawasan.
Hal ini dibenarkan Direktur Eksekutif LSM Petisi, Syarifuddin AR saat dihubungi media via telpon selulernya. Syarifuddin mempertanyakan kinerja konsultan pengawas yang jarang terlihat di lapangan terutama saat pelaksanaan kerja.
“Pihak konsultan dan teknis dinas jarang di lapangan. Ini juga patut dipertanyakan, karena menyangkut tugas dan kewajiban mereka,” tutur Syarifuddin.
“Seharusnya pengawas dan pihak dinas ada di lapangan terutama saat tahapan – tahapan fisik dilaksanakan,” imbuhnya.
Pihak Dinas terkait juga dinilai lalai, lantaran bisa meloloskan pemenang tender yang dinilai berbohong tentang kepemilikan dukungan alat mobilisasi. Ia menegaskan, seharusnya pihak panitia bersikap profesional dalam menjalankan suatu kegiatan.
“Artinya, dia (rekanan pelaksana, red) tidak layak sebagai pemenang. Karena pada pembuktian alat itu artinya dia tidak memiliki sama sekali,” papar Syarifuddin.
“Itu di BQ harus menggunakan dukungan alat. Jadi disini kita menilai panitia tidak siap atau tidak bagus karena bisa meloloskan perusahaan yang tidak memiliki dukungan alat,” timpalnya.
Sayangnya, pihak Dinas Perkim Tanjab Barat selaku pengguna anggaran belum bisa dimintai keterangan. Kepala Dinas dan Petugas Dinas Terkait lainya tidak ada ditempat saat media menyambangi kantor Perkim, Senin (9/9) siang.
Sms dan chat yang dilayangkan media via Whatsapp juga belum mendapat respon dari yang bersangkutan. (bin/tim)










