Scroll untuk baca artikel
Ekbis

Lippo Group Kebut Pemasaran Meikarta Besar-besaran

×

Lippo Group Kebut Pemasaran Meikarta Besar-besaran

Sebarkan artikel ini
Meikarta, Pemasaran Meikarta
Konferensi pers peluncuran Kota Internasional Meikarta di Orange County, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/8/2017). Foto: ars/suarapena.com

SUARAPENA.COM – Pasca lounching perdana (Mei 2017-red) lalu, Lippo Group kebut pemasaran Meikarta secara besar-besaran. Ratusan ribu unit pun telah terpesan melalui skema Nomor Urut Pemesanan (NUP).

“Harapannya, 50 tower yang kita launching pertama kemarin bisa hand over by the end of 2018,” kata Presiden Meikarta, Ketut Budi Wijaya.

Dia mengungkapkan, teknis pemasaran yang dilakukan Lippo Group memiliki skema kreatif. Di lokasi penjualan (Maxxbox Cibatu) disiapkan pendingin ruangan dan pemanas air, ditambah fasilitas pendukung lain yang membuat konsumen nyaman.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Bahkan, Lippo Group menyiapkan sejumlah hadiah menarik untuk memikat konsumen seperti gadget keluaran terbaru. Tujuannya, untuk mendorong percepatan pemasaran Meikarta.

Menurut Ketut, faktor utama besarnya antusiasme pasar adalah harga unit apartemen Meikarta yang tergolong murah, yakni mulai Rp. 127 juta. Kendati murah, pihaknya mengklaim masih meraup keuntungan dari harga jual itu. Karena, jumlah tower yang dibangun lebih dari 100 menara yang akan dibangun serentak nantinya.

Berita Terkait:  Andre Klaim Para Konsumen Meikarta Sudah Dapatkan Haknya

“Kami harapkan dari efisiensi. Biasanya kan launching dua tower, kemudian tower berikutnya beberapa tahun lagi,” ujarnya.

Sejak peluncuran perdana, tercatat LPKR telah menghasilkan pra penjualan sebesar Rp. 4,9 Triliun. Sehingga, total pra penjualan hingga kini, yakni selama 10 bulan di tahun 2017, menjadi Rp. 5,4 Triliun.

Berita Terkait:  Lippo Grup Umumkan Dua Tower CBD Meikarta Senilai Rp1 Triilun

“Di tengah pelemahan pasar, kami telah memutar balik tren dengan meluncurkan Meikarta di Cikarang sebagai jantung industri kita,” pungkasnya. (*)