Suarapena.com, MAKASSAR – Indira Yusuf Ismail, Bunda PAUD Kota Makassar, memberikan petunjuk yang memotivasi kepada guru dan kepala sekolah yang mengikuti pelatihan pendidikan, khususnya dalam penerapan kurikulum merdeka dan pendidikan karakter.
Pada acara yang diadakan Kamis (21/12/2023) di Hotel Aston Makassar, Indira menekankan pentingnya peran pendidik dalam membentuk dasar perkembangan anak sejak usia dini. Dia juga menekankan pentingnya fokus pada penerapan kurikulum merdeka dan pendidikan karakter dalam menciptakan PAUD Holistik Integratif (HI) dan profil siswa Pancasila yang berkualitas, sesuai dengan tema pelatihan yang diangkat.
“Saya berharap kepala sekolah dan guru dapat bersemangat sesuai dengan visi Kota Makassar untuk menjadikan pendidikan sebagai yang terbaik dan itu dimulai dari pendidikan dasar. Kepala sekolah dan guru diharapkan menjadi pendidik yang baik sesuai dengan mars PAUD,” kata Indira.
Dia juga berharap para pendidik dapat mengevaluasi program yang telah dijalankan dan mencari inovasi baru yang dapat lebih memotivasi anak-anak dalam belajar.
“Kami berharap peserta yang hadir hari ini dapat menyesuaikan kembali apa yang ada dalam program kita untuk terus ditingkatkan agar sesuai dengan program Pemerintah Kota Makassar. Kami akan memperbaiki pendidikan mulai dari pendidikan dasar, terutama PAUD,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, Indira juga menyampaikan bahwa Pokja PAUD Kota Makassar sejak tahun 2021 telah mengajukan proposal kepada Pemkot Makassar untuk membangun 15 PAUD berkualitas.
“Alhamdulillah, dua dari 15 yang kita ajukan di 15 kecamatan sudah berhasil dibangun. Doakan tahun depan bisa membangun lima sekolah lagi. Ke depannya, kita ingin semua sekolah menjadi sekolah terbaik,” ujarnya.
Di akhir tahun ini, Pokja PAUD juga memberikan bantuan kepada 30 TK yang telah dipilih oleh Bunda PAUD Kecamatan. Bantuan tersebut berasal dari dana hibah yang diberikan Pemerintah Kota Makassar kepada Pokja Bunda PAUD.
“Bulan ini kami akan membantu 30 sekolah, kami berusaha sebaik mungkin dengan kondisi yang ada, membantu memperbaiki sekolahnya. Kami berharap ini menjadi motivasi, Insya Allah anak-anak kita bisa bersemangat dan itu dimulai dari kepala sekolah dan guru,” tutupnya. (*)










