Scroll untuk baca artikel

Lifestyle

Merajut Mimpi, Kisah Inspiratif Yoanita dan Rajutan Yuna

×

Merajut Mimpi, Kisah Inspiratif Yoanita dan Rajutan Yuna

Sebarkan artikel ini
Rajutan Yuna

Suarapena.com, TANGERANG – Di tengah hiruk-pikuk dunia yang serba cepat, ada kisah inspiratif seorang wanita yang menemukan kebahagiaan dan kesuksesan dalam simpul-simpul benang rajutan.

Yoanita Darma Satioguna Atioguna, pemilik Usaha Rajutan Yuna, telah mengubah hobi merajutnya menjadi sumber pendapatan yang menggiurkan, terutama di masa pandemi COVID-19.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Berawal dari membuat crocet dan boneka rajut, Yoanita kini telah memperluas bisnisnya dengan menciptakan baby costume rajutan yang unik dan menarik.

Berita Terkait:  Pegawai Bank Swasta Ini Nekat Resign, Kini Sukses Jadi Pengusaha Donat Kapas

Setiap set baby costume yang ia rajut tidak hanya membutuhkan ketelitian dan kesabaran selama empat hingga tujuh hari, tetapi juga cerminan dari cinta dan dedikasi seorang seniman.

Dengan harga yang berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 550 ribu, setiap karya Yoanita adalah investasi dalam kehangatan dan gaya.

Model macan, yang sering dipesan sesuai dengan shio tahun berjalan, menjadi favorit pelanggan dan simbol dari keberanian dan kekuatan.

Berita Terkait:  Punya Bumbu Rahasia, Ini Rakik Maco & Udang Khas Rumah Makan Padang Alan Jaya

Kini, Rajutan Yuna tidak hanya dikenal di Kota Tangerang, tetapi juga telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Yoanita juga membuka pintu bagi siapa saja yang ingin belajar merajut, menawarkan peluang untuk menciptakan karya sendiri atau bahkan memulai usaha rajutan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Rajutan Yuna atau jika Anda tertarik untuk belajar merajut, silakan hubungi Yoanita melalui WhatsApp di nomor 0878-7191-2080 atau kunjungi Instagram @rajutan_yuna. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca