Scroll untuk baca artikel
KulinerNews

Rindu Masakan Rumahan? Manika Bandung Hadirkan Menu Berbeda Setiap Hari

×

Rindu Masakan Rumahan? Manika Bandung Hadirkan Menu Berbeda Setiap Hari

Sebarkan artikel ini
Sejumlah menu di Manika Bandung yang tawarkan makanan rumahan.
Sejumlah menu di Manika Bandung yang tawarkan makanan rumahan.

Suarapena.com, BANDUNG – Rindu masakan rumahan? Manika hadir di tengah Kota Bandung dengan beragam menu yang berganti setiap hari. Tak sekadar tempat makan, Manika juga menawarkan suasana hangat layaknya rumah, lengkap dengan ruang komunitas untuk berkumpul dan berkreasi.

Founder Manika, Ilona Annisa Ristiani, mengatakan nama Manika terinspirasi dari filosofi manik-manik. Menurutnya, manik-manik akan memiliki nilai lebih ketika dirangkai menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

“Manik-manik itu memang cantik. Tapi kalau tidak diuntai menjadi sesuatu, hanya bisa dilihat. Ketika dirangkai menjadi gelang, kalung dan sebagainya, manik-manik menjadi lebih bermanfaat dan bermakna,” kata Ilona, Jumat (9/10/2026).

Filosofi tersebut menjadi dasar bagi Manika untuk menghadirkan tempat yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan manfaat dan menjadi ruang interaksi bagi masyarakat.

Konsep itu diwujudkan melalui pembagian dua area utama. Lantai pertama digunakan sebagai area display makanan sekaligus tempat bersantap dengan aneka menu rumahan. Sementara lantai dua difungsikan sebagai community hub yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk membaca buku, bermain PlayStation, menonton bersama, hingga bermain musik atau jamming.

“Jadi kita menghadirkan konsep rumah ini dalam satu tempat. Kita berada di tengah Kota Bandung. Kalau merindukan suasana rumah seperti ke kampung halaman tapi jauh, datang saja ke sini, sudah seperti di rumah,” ujar Ilona.

Salah satu daya tarik utama Manika terletak pada variasi hidangannya. Setidaknya terdapat 10 menu yang disiapkan setiap hari, dengan pilihan lauk dan sayuran yang beragam agar pelanggan tidak bosan.

Berita Terkait:  Dari Lidah Turun ke Usaha: Ani Andryani Sukses Bawa Dimsum Mewah Harga Merakyat

Menu yang tersedia mencakup olahan ayam, ikan, daging, telur, tumisan, pepes, hingga aneka sayuran. Untuk olahan ayam, pengunjung dapat menemukan ayam suwir, ayam kecap, ayam woku, hingga pepes ayam.

Sementara itu, pilihan menu ikan meliputi ikan acar dan pesmol. Bagi pencinta hidangan daging, tersedia pula rendang dan gepuk.

Pergantian menu dilakukan untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang berbeda setiap harinya, sebagaimana variasi masakan yang biasa ditemukan di rumah.

“Pokoknya semua masakan rumahan kita bikin beda-beda supaya orang tidak jenuh. Seperti kita kalau pulang ke rumah, mama masak itu-itu saja kadang bosan. Jadi kita hadirkan berbeda-beda supaya setiap harinya ada pengalaman yang berbeda,” jelas Ilona.

Sejumlah menu yang menjadi favorit pelanggan antara lain ikan acar, jengkol, dan asin cumi sambal hijau. Menu jengkol pun rutin hadir dengan variasi bumbu, mulai dari balado hingga semur.

Untuk harga, paket makan rumahan di Manika ditawarkan mulai Rp 30 ribu. Paket tersebut mencakup lauk, gorengan, tumisan, dan minuman.

Selain makanan rumahan, Manika juga menawarkan beragam pilihan minuman dengan karakter tersendiri. Salah satunya Coconut Coffee Manika, yakni kopi dengan taburan kelapa sangrai yang memberikan sensasi renyah.

Ada pula Berry Manika, minuman americano dengan tambahan berry, serta aneka kopi, jus, dan minuman lainnya. Harga minuman dibanderol mulai sekitar Rp 25 ribu. Pengunjung juga dapat menikmati teh secara gratis dengan konsep free flow.

Pilihan kuliner semakin beragam dengan kehadiran aneka dessert hasil kolaborasi bersama sejumlah pelaku usaha, mulai dari cheesecake, tiramisu, sponge cake, cookies, hingga yogurt.

Berita Terkait:  Kedai 181, Perpaduan Cita Rasa dan Seni Keramik di Tengah Kota Bandung

Manika juga menyediakan berbagai pilihan oleh-oleh dan makanan ringan, seperti opak, mustafa, kue kering, kue keju, dan nastar.

Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya Manika memperluas pilihan kuliner sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.

Manika turut menyiapkan berbagai kegiatan untuk menghidupkan area community hub di lantai dua. Ilona mengatakan, pihaknya berencana membuat kalender kegiatan bulanan yang diisi dengan beragam workshop, mulai dari membatik, fotografi, hingga aktivitas kreatif lainnya.

Manika juga membuka kesempatan bagi komunitas maupun pihak lain yang ingin menggelar kegiatan bersama.

“Kita terbuka untuk siapa pun yang mau mengadakan workshop di sini. Bisa datang ke Manika kemudian kita create event-nya bersama,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, Manika ingin menjadi ruang yang memungkinkan masyarakat tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga bertemu, bertukar ide, mengembangkan kreativitas, dan membangun jejaring.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati sarapan, Manika menyediakan lontong kari khas Manika mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Setelah itu, aneka menu rumahan lainnya tersedia untuk menemani waktu makan pengunjung.

Manika beroperasi setiap hari, Senin hingga Minggu, mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

Ilona berharap, keberadaan Manika dapat ikut memperkaya ekosistem kuliner Kota Bandung yang dikenal beragam, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

“Harapannya kuliner Kota Bandung yang sangat beragam ini bisa terus berkolaborasi. Manika tidak ingin berdiri sendiri, tetapi bisa berkolaborasi dengan berbagai jenis kuliner khususnya UMKM,” pungkasnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca