Scroll untuk baca artikel
EkbisNews

KAI Tambah 11 Pemberhentian KA di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara Mulai 1 Desember 2026

×

KAI Tambah 11 Pemberhentian KA di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara Mulai 1 Desember 2026

Sebarkan artikel ini
KAI tambah pemberhentian kereta api jarak jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara mulai Desember 2026.
KAI tambah pemberhentian kereta api jarak jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara mulai Desember 2026.

Suarapena.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menambah pemberhentian perjalanan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara mulai 1 Desember 2026.

Kebijakan tersebut dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta. Selama Januari hingga Oktober 2026, aktivitas naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh di ketiga stasiun tersebut mencapai 4.636.404 aktivitas.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Jumlah itu meningkat 9,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 4.241.173 aktivitas. Dengan demikian, terdapat penambahan 395.231 aktivitas dalam kurun waktu satu tahun.

Stasiun Bekasi mencatat aktivitas tertinggi, yakni 2.364.801 aktivitas naik dan turun penumpang. Angka tersebut meningkat 9,76 persen dibandingkan Januari-Oktober 2025 yang mencapai 2.154.519 aktivitas.

Adapun Stasiun Jatinegara mencatat 1.562.963 aktivitas atau meningkat 11,46 persen dari 1.402.212 aktivitas pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, aktivitas penumpang kereta api jarak jauh di Stasiun Cikarang mencapai 708.640 aktivitas. Jumlah tersebut naik 3,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 684.442 aktivitas.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan antarkota masyarakat tidak lagi terpusat di stasiun utama Jakarta.

Menurut dia, keberadaan layanan kereta api jarak jauh di stasiun kawasan penyangga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk menentukan lokasi keberangkatan maupun kedatangan.

“Perjalanan antarkota semakin berkembang mengikuti kebutuhan mobilitas masyarakat. Bagi pelanggan yang tinggal atau beraktivitas di Bekasi dan sekitarnya, ketersediaan layanan kereta api dari stasiun terdekat memberikan lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” ujar Anne dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Berita Terkait:  Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek, KAI Sediakan 1,3 Juta Kursi dan Kereta Tambahan

Selain melayani perjalanan kereta api jarak jauh, Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara juga menjadi bagian penting dari jaringan transportasi perkotaan Jabodetabek.

Data KAI menunjukkan, aktivitas masuk dan keluar penumpang Commuter Line melalui gerbang elektronik atau gate in dan gate out di ketiga stasiun tersebut mencapai 37.990.375 aktivitas selama Januari-Oktober 2026.

Stasiun Bekasi mencatat 19.508.891 aktivitas, disusul Stasiun Cikarang sebanyak 12.719.884 aktivitas dan Stasiun Jatinegara sebanyak 5.761.600 aktivitas.

Anne mengatakan, tingginya aktivitas tersebut memperlihatkan peran ketiga stasiun dalam mendukung perjalanan masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan antarkota.

“Mobilitas masyarakat di kawasan Jakarta dan sekitarnya memiliki pola yang beragam. Ada pelanggan yang menggunakan Commuter Line untuk aktivitas harian, sementara pada kesempatan lain membutuhkan perjalanan antarkota,” katanya.

Penambahan pemberhentian perjalanan kereta api tersebut merupakan bagian dari penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 yang mulai berlaku pada 1 Desember 2026.

Di Stasiun Bekasi, jumlah perjalanan kereta api jarak jauh yang berhenti meningkat dari 136 menjadi 139 perjalanan. Tiga perjalanan tambahan tersebut terdiri dari:

1.KA Manahan nomor 59 relasi Solo Balapan-Gambir.

2.KA Bangunkarta nomor 176 relasi Pasar Senen-Jombang.

3.KA Tegal Bahari nomor 226 relasi Pasar Senen-Tegal.

Sementara itu, Stasiun Cikarang mendapatkan tambahan enam perjalanan. Jumlah kereta api jarak jauh yang melayani pemberhentian di stasiun tersebut meningkat dari 52 menjadi 58 perjalanan.

Enam perjalanan tambahan itu meliputi:

1.KA Manahan nomor 61 relasi Solo Balapan-Gambir.

2.KA Pangandaran nomor 128 relasi Gambir-Sidareja.

3.KA Parahyangan nomor 133 relasi Bandung-Gambir.

Berita Terkait:  Lansia Berseragam Satpol PP Ditemukan Linglung di Stasiun Bekasi, Ternyata Benar Anggota

4.KA Parahyangan nomor 134 relasi Gambir-Bandung.

5.KA Singasari nomor 149 relasi Blitar-Pasar Senen.

6.KA Tawangjaya Premium nomor 213 relasi Semarang Tawang-Pasar Senen.

Adapun di Stasiun Jatinegara, jumlah perjalanan kereta api jarak jauh yang berhenti bertambah dari 94 menjadi 96 perjalanan.

Dua perjalanan tambahan tersebut adalah KA Cakrabuana nomor 123 relasi Cirebon-Gambir dan KA Gumarang nomor 178 relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi.

Anne menegaskan, penambahan pemberhentian tersebut hanya berlaku untuk perjalanan tertentu sesuai dengan ketentuan dalam GAPEKA 2026.

Dengan penambahan itu, masyarakat di kawasan Bekasi, Cikarang, dan sekitarnya memiliki alternatif stasiun untuk mengakses perjalanan kereta api jarak jauh tanpa harus selalu berangkat atau tiba melalui stasiun di pusat Jakarta.

Peningkatan mobilitas di kawasan penyangga Jakarta juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah pelanggan KAI Group secara keseluruhan.

Sepanjang Januari-Oktober 2026, KAI Group melayani 442.529.105 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 6,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 414.116.947 pelanggan.

Khusus layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, jumlah pelanggan mencapai 49.932.766 orang atau meningkat 8,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 45.814.275 orang.

Anne mengatakan, pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam mengevaluasi kebutuhan kapasitas, akses, dan pengembangan layanan kereta api.

KAI, lanjut dia, akan terus menyesuaikan layanan dengan perkembangan mobilitas masyarakat, termasuk memperkuat keterhubungan transportasi perkotaan dan antarkota.

Melalui penerapan GAPEKA 2026, KAI berharap masyarakat di kawasan penyangga Jakarta mendapatkan lebih banyak pilihan perjalanan menuju berbagai kota di Pulau Jawa. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca