SUARAPENA.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan mitra-mitra perusahaan plat merah dalam menjalin kerja sama harus melalui proses bisnis yang benar, saling menguntungkan, dan memiliki keberpihakan terhadap tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Menurutnya, hal tersebut dapat menciptakan ekosistem yang kuat untuk perekonomian Indonesia.
“Kerja sama BUMN dan mitra menjadi kunci, oleh karena itu, saya akan nantinya membuat blacklist mitra-mitra yang nakalan, karena saya tidak mau lagi BUMN jadi ajang koruptif, tentu capek benerinnya,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Rabu (11/5/2022).
Erick juga menyampaikan, mitra BUMN harus memiliki kontribusi positif dalam setiap kerja sama dengan BUMN.
Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi mitra-mitra yang saat ini memiliki kategori baik.
“Sebelum kita menghukum, kita harus beri reward. Makanya kita apresiasi mitra-mitra dengan kategori sangat bagus, tetapi kita juga mapping mitra-mitra yang ada kasus-kasus, supaya BUMN ikut baik.
Karena kalau mau jadi pemain global yang namanya transparansi dan profesional harus menjadi dasar dan proses bisnis yang benar harus dijalankan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Erick menawarkan para mitra dan BUMN untuk duduk sejajar serta saling melayani dengan baik di era kolaborasi seperti sekarang.
Hal itu guna mendorong BUMN dapat menjadi pesaing global dan tak hanya menjadi raja di kampungnya sendiri.
“Ini yang ingin saya tawarkan sama-sama, dan insyaAllah niat baik ini bisa disambut,” tuturnya.
Ada tiga poin yang dikatakan Erick dalam apresiasi mitra BUMN. Pertama, memperbaiki hubungan kerja yang win-win antara BUMN dan swasta demi mendorong BUMN menjadi perusahaan global.
Kedua, pentingnya membangun keberpihakan terhadap produk dalam negeri yakni TKDN melalui para mitra.
“Karena ini sebuah market besar supaya kita bergerak ke industrial country,” katanya.
Ketiga, transparan dan profesional. “Kita tidak mau ketika kita bermain global, kita konsolidasi TKDN, tapi ternyata punya mitra yang kurang baik,” ucap Erick.
Menurut Erick, berkat kolaborasi (kita) berhasil membukukan laba bersih 2021 yang lebih baik dari laba bersih BUMN 2020 berdasarkan laporan keuangan unaudited.
Ia menyebut torehan tersebut merupakan salah satu bukti konkret transformasi BUMN melalui efisiensi dan perbaikan model bisnis berjalan sesuai dengan arah strategis yang ditetapkan. (Bo/cr01)







