Suarapena.com, KLATEN – Sorak kemenangan di panggung Asian Games 2026 tak hanya menjadi kebanggaan Indonesia. Dari sebuah desa di Kabupaten Klaten, nama Leo Rolly Carnando ikut berkibar setelah atlet bulu tangkis asal Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, itu menyumbangkan dua medali emas untuk Merah Putih.
Leo menjadi bagian penting dari keberhasilan Indonesia di cabang bulu tangkis. Dua emas diraihnya dari nomor beregu putra serta ganda putra bersama Daniel Marthin.
Bagi masyarakat Klaten, prestasi tersebut memiliki arti lebih. Leo membuktikan bahwa perjalanan menuju panggung olahraga Asia dapat dimulai dari daerah, kemudian tumbuh melalui proses panjang hingga mampu berdiri di podium tertinggi.
Setelah memastikan dua medali emas, Leo mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya. Melalui akun Instagram @rollycarnando, Kamis (1/10/2026), ia mengenang perjalanan panjang yang dilalui sebelum akhirnya mengibarkan Merah Putih di Asian Games.
“Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Tidak pernah berhenti bersyukur untuk setiap proses yang Allah kasih. Dari setiap latihan, perjuangan, jatuh bangun, sampai akhirnya hari ini bisa berdiri di podium dan membawa pulang emas untuk Indonesia,” kata Leo.
Leo mengaku bahagia sekaligus bangga dengan pencapaian tersebut. Bahkan, ia masih merasa sulit percaya telah membawa pulang dua medali emas dari ajang olahraga terbesar di Asia itu.
“Bahagia, bangga, dan rasanya masih tidak percaya. Terima kasih untuk keluarga, tim, dan semua yang selalu mendoakan serta memberikan support. Kalian bagian dari perjuangan ini,” ujarnya.
Ia kemudian menutup ungkapan syukurnya dengan sebuah pesan sederhana yang menggambarkan makna pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, Asian Games Gold medals. Emas ini untuk Indonesia.”
Dua emas yang dibawa pulang Leo menjadi catatan membanggakan bagi Kabupaten Klaten. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa talenta olahraga dari daerah memiliki peluang untuk menembus persaingan di level internasional ketika ditempa melalui proses dan perjuangan panjang.
Keberhasilan Leo juga menambah deretan prestasi atlet asal Jawa Tengah yang tampil di Asian Games 2026.
Dari Kota Salatiga, dua atlet wushu, Bintang Reindra Nada Guitara dan Thania Kusumaningtyas, turut menyumbangkan medali bagi Indonesia.
Keduanya meraih medali perunggu nomor 60 kilogram, masing-masing pada sektor putra dan putri.
Bagi Salatiga, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Bagi Indonesia, torehan itu menjadi tambahan medali dari atlet-atlet yang berjuang membawa nama Merah Putih di pentas Asia.
Thania menyebut medali yang diraihnya merupakan hasil dari proses panjang yang diwarnai latihan, disiplin, perjuangan, dan keinginan untuk memberikan kemampuan terbaik bagi Indonesia.
Kesempatan membela Indonesia di Asian Games juga menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi Thania.
“Sungguh suatu kehormatan bisa mewakili negara tercinta saya, Indonesia. Terima kasih kepada semuanya dari lubuk hati saya yang terdalam. Terima kasih Jepang atas segala kenangannya,” ujar Thania.
Prestasi Leo, Bintang, dan Thania menjadi gambaran bahwa keberhasilan Indonesia di Asian Games 2026 tidak hanya lahir dari pusat-pusat pembinaan olahraga di kota besar. Dari Klaten hingga Salatiga, atlet daerah turut mengambil bagian dalam membawa Merah Putih ke panggung Asia. (sp/pr)







