Dalam sejarahnya, syariat kurban memiliki hikmah yang sangat banyak. Jika ditelisik lebih dalam, pelaksanaan kurban tidak hanya sebatas syariat Islam, tetapi juga pembuktian cintapada Sang Pencipta tetapi juga jembatan silaturahim dengan sesama muslim. Pelaksanaan kurban di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini juga memiliki dimensi sosial sebagai penyelamatan jiwa karena sebagian besar dari masyarakat terdampak secara ekonomi.
Poin keikhlasan menjadi landasan perintah berkurban terkait dengan kondisi pandemi saat ini karena masyarakat sedang dalam ekonomi merosot, nafkah kian sulit dicari, kebutuhan sehari-hari sulit dipenuhi. Sebab, betapabanyak umat muslim yang enggan kurban terlebih di saat krisis akibat pandemi Covid-19. Keterbatasan harta tentu menjadi kekhawatiran yang dirasakan sebagian besar masyarakat karena Covid-19 di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian.
Ketaatan dalam ibadah di tengah pandemi tak boleh melemah, segala bentuk seruan segera disiapkan dan dilaksanakan. Termasuk berkurban yang bakal jatuh pada akhir Juli mendatang. Melalui tema Labbaik Berqurban Terbaik, Global Qurban – ACT ingin mengajak masyaraka tuntuk menunaikan ibadah kurban di masa pandemi yang memberi dampak signifikan di berbagai aspek kehidupan ini. Global Qurban yakin, masyarakat Indonesia tak pernah lemah dalam berbuat baik, termasuk dalam berkurban yang akan Global Qurban salurkan untuk masyarakat pra sejahtera nantinya.
“Insyaallah, kami akan menyalurkan hewan kurban masyarakat Indonesia ke berbagai daerah, khususnya yang dihuni masyarakat pra sejahtera dan episentrum penyebaran Covid-19. Akan ada ratusan hewan kurban setarakambing yang disembelih dengan jutaan penerima manfaat. Global Qurban juga mengirimkan hewan kurbannya, khususnya ke negara yang sedang dirundung konflik kemanusiaan,” kata Hafit, Presiden Global Qurban – ACT. (sng)










