Scroll untuk baca artikel

Headline

Bagi Calon Jamaah Haji Tahun Ini, Qurban Jadi Obat Rindu Baitullah

×

Bagi Calon Jamaah Haji Tahun Ini, Qurban Jadi Obat Rindu Baitullah

Sebarkan artikel ini

Di tanah Mekkah nanti, manusia berbagai penjuru datang memenuhi panggilan Allah SubhanallahuwaTa’ala. Tidak ada lagi perbedaan diantara kaum muslimin yang berkumpul. Semua manusia sama di mata Allah pencipta semesta. Tidak dibedakan kedudukan, harta, ras, warna kulit, bangsa menyerukan seruan yang sama, yaitu labbaikallahhummalabbaik yang artinyaa kumemenuhi panggilan-Mu. Karena memang, islam tidak memberikan kekhususan dalam menjalankan syariat islam, kecuali mereka yang memiliki udzur yang syar’i.

Tawaf di Mekkah, Sa’i dari Bukit Safa ke Bukit Marwa, wukuf di Padang Arafah, lempar jumroh, dan beragam rangkaian ibadah haji sudah terngiang-ngiang di pikiran para calon jemaah haji yang akan berangkat menjadi tamu Allah di tahun 2020. Namun, rindu menjadi tamu terpaksa harus ditahan. Keberangkatan rombongan haji dari Indonesia terpaksa tidak diberangkatkan pada tahun ini akibat pandemi Covid-19. Penantian puluhan tahun untuk bertamu ke Baitullah harus diperpanjang. Meski demikian, niat ibadah haji insyaAllah sudah tercatat sebagai amal ibadah.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Tertundanya haji tahun ini bukan berarti melemahkan semangat beramal soleh bagi setiap muslim sedunia. Niat berhaji tentunya didasari pada ketauhidan dan ketakwaan yang kuat, yaitu beribadah semata-mata hanya untuk Allah. Di momen bulan Dzulhijah ini, berhaji dan berkurban jadi ibadah yang mulia di mata Allah. Inilah kesempatan untuk tetap membuktikan cinta kepada Allah SubhannallahuwaTa’ala dengan kurban terbaik kita sekaligus pelipur rindu baitullah yang tertunda. Jangansia-siakan kesempatan berkurban yang merupakan puncak ibadah di bulan Djulhijjah.

Berita Terkait:  Bojonegoro Jadi Daerah Pertama Peluncuran Program RPL Desa

Sama halnya seperti tekad berhaji, diperlukan komitmen dan niat untuk menunaikan kurban. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 dimana kekhawatiran harta menjadi hal yang memberatkan sebagian orang untuk berkurban. “Syariat islam yang Allah perintahkan pasti memiliki hikmah yang sangat besar. Dalam hal berkurban dan berhaji dimana nominalnya cukup besar bagi sebagian orang, tidak pernah ada cerita seseorang menjadi jatuh miskin akibat menjalankan ibadah tersebut. Bisa jadidengan kurban, Allah akan buka pintu rejeki yang lain karena dia telahmenegakkan perintah Allah,” tegas Ibnu Khajar, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Berita Terkait:  Pengurus ESports Apresiasi Kinerja KONI Kabupaten Bekasi
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca