Suarapena.com, BALI – Bus Listrik Merah Putih produksi PT INKA (Persero) telah resmi beroperasi untuk melayani mobilitas para delegasi dan peserta KTT G20 di Bali.
Peluncuran Bus Listrik ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim baru-baru ini di Nusa Dua, Bali.
Menhub Budi dalam kesempat itu mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi antara BUMN dan perguruan tinggi.
“Kalau kita tidak melakukan Kolaborasi, tentu ini tidak akan terjadi. Kebetulan kita ada INKA, DAMRI, sehingga ekosistem dari pada hal ini, deliver sampai digunakan pada masyarakat.
Selamat INKA, UGM, UNAIR, ITS, ISI Denpasar. Akhirnya kita menemukan skema, bahwa ini tidak putus pada belajar saja, tidak putus pada produksi saja,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Senin (14/11/2022).
Budi juga mengapresiasi Mendikbud Ristek Nadiem Makarim lantaran program Merdeka Belajar yang digagasnya berhasil merealisasikan proyek bus listrik ini.
“Satu pengalaman yang luar biasa, bagaimana konsep Kemendikbud Ristek membuat Merdeka Belajar, saya termasuk follower yang favorit atas apa yang dibuat dalam merdeka belajar.
Bayangkan adik-adik (mahasiswa) diberikan kebebasan 1 semester 20 SKS harus men-deliver sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, dan itu terjadi untuk proyek ini,” ungkapnya.
Sementara, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan bahwa program Merdeka Belajar ini adalah contoh sempurna dari gotong royong.
Semua pihak mulai dari universitas, dosen, mahasiswa, kementerian, dan BUMN, menuntaskan masalah secara bersama-sama.
“Pada Presidensi G20 ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan keunggulan kita pantas sekali di panggung dunia, kita bisa menghasilkan suatu karya yang datang langsung dari akademisi-akademisi kita, dari mahasiswa-mahasiswa kita dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri ini semakin menguat,” kata Nadiem.
Keberhasilan program ini juga tak lepas dari platform Kemendikbud Ristek yakni Kedai Reka, di mana dunia industri dan dunia Pendidikan memenukan kecocokan bersama.
“Ada platform Kedai Reka, di mana sekarang itu adalah ‘biro jodoh digital’ antara bisnis-bisnis industri korporasi dan peneliti-peneliti dan akademisi di universitas untuk menemukan kecocokan untuk mengerjakan proyek bersama baik itu proyek inovasi, proyek riset dan lain-lain.
Dan dana yang disalurkan dari swasta kepada proyek di universitas tersebut akan dipadankan dengan dana dari kementerian, namanya matching fund. Program seperti bus listrik ini (realiasi) terjadinya karena itu,” ungkap Nadiem.
Untuk diketahui, Kehadiran Bus Listrik Merah Putih ini menjadi kebanggaan bersama dalam menyukseskan Presidensi Indonesia dalam KTT G20 yang merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk mendukung upaya transisi energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Setelah perhelatan KTT G20, Bus Listrik Merah Putih nantinya akan digunakan sebagai angkutan massal perkotaan di kota Bandung, Surabaya, dan juga Bali melalui program buy the service (BTS) dari Kemenhub, yang akan dioperasikan oleh DAMRI. (Sp/Pr)










