Suarapena.com, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi sekaligus Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Evi Mafriningsianti, menyerap aspirasi warga RW 010, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (12/10/2026), sebagai bahan perencanaan pembangunan Kota Bekasi tahun anggaran 2028.
Evi mengatakan, setiap usulan masyarakat harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran agar dapat direalisasikan pemerintah daerah. Aspirasi tersebut akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD dan dimasukkan ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
“Saya akan berusaha maksimal agar aspirasi warga masuk dalam perencanaan pembangunan Kota Bekasi 2028,” kata Evi.
Sejumlah fokus pembangunan 2028 meliputi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan keterampilan masyarakat, penguatan keamanan lingkungan, pembangunan infrastruktur pendukung perekonomian, serta peningkatan pelayanan publik berbasis digital.
Menurut Evi, pembangunan jalan lingkungan dan drainase masih menjadi kebutuhan penting. Karena itu, usulan warga perlu disesuaikan dengan skala prioritas dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Ia juga menyoroti program Lingkar Bekasi Keren dengan anggaran Rp 100 juta yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lingkungan, termasuk pengadaan kamera pengawas (CCTV) dan sarana keamanan lainnya berdasarkan kesepakatan pengurus RT dan RW.
“UMKM dan peningkatan keterampilan menjadi fokus belanja pemerintah pada 2028,” ujarnya.
Evi turut memaparkan sejumlah program pembangunan yang menjadi perhatiannya pada 2027. Di antaranya pembangunan drainase besar di RW 5 dan RW 6 Duren Jaya dengan perkiraan anggaran Rp 1,3 miliar untuk mendukung pengendalian banjir.
Program lainnya mencakup pembangunan SMP Negeri 3 Bekasi Jaya, SD Arenjaya IV, pembangunan lanjutan aula Kelurahan Duren Jaya, serta rencana pembangunan Polsek Bekasi Timur.
Evi menegaskan, keberhasilan pembangunan membutuhkan peran pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Warga diharapkan ikut merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Masyarakat juga berkewajiban merawat dan menjaga fasilitas pembangunan agar manfaatnya berkelanjutan,” tuturnya.
Ia berharap aspirasi warga menjadi bagian dari perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas.
“Pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat, bukan hanya RW 9 atau RW 10,” pungkasnya. (sp/bg)







