Suarapena.com, JAKARTA – Konflik yang tak kunjung usai antara Palestina dan Israel telah merenggut nyawa ribuan warga sipil di Gaza. Serangan yang dilakukan oleh Israel secara sporadis telah menimbulkan kerusakan yang mendalam. Menurut data yang dikumpulkan oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) dari Kementerian Kesehatan Gaza, serangan tersebut telah merenggut 9.061 jiwa dan melukai 22.911 orang di Jalur Gaza. Di wilayah Tepi Barat, korban tewas mencapai 132 orang dan korban luka mencapai 2.281 orang.
Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah menegaskan sikap tegas Indonesia dalam mengutuk serangan Israel terhadap warga sipil di Gaza. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) juga berada di posisi yang sama dan terus memberikan dukungan nyata untuk perjuangan Palestina dalam membebaskan diri dari serangan Israel.
“DPR RI menjadikan isu Palestina sebagai prioritas utama dalam agenda diplomasi dan terus berupaya secara proaktif memberikan kontribusi positif untuk mewujudkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” kata Anggota BKSAP DPR RI, Dyah Roro Esti dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (10/11/2023).
Dyah Roro Esti mengungkapkan bahwa dirinya memerlukan waktu untuk memproses semua yang terjadi di Palestina karena hal ini sangat menghancurkan hatinya. Dia menambahkan bahwa pembunuhan terhadap masyarakat yang tidak bersalah (40% di antaranya adalah anak-anak) sama dengan membunuh potensi ekonomi, sosial, dan perkembangan lingkungan di sebuah negara. Hal ini karena generasi masa depannya dalam bahaya, di mana sebagian besar mengalami trauma mendalam, dan masa depan mereka tampak suram dan menakutkan.
Anggota Komisi VII DPR RI ini juga menekankan bahwa konflik di Gaza adalah krisis kemanusiaan. “Indonesia harus dapat mengirimkan bantuan kemanusiaan karena saat ini kondisi Palestina sangat memprihatinkan dengan kekurangan air bersih, bahan bakar, dan pembatasan listrik,” tegas politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Selain itu, ia menyerukan agar Indonesia harus berperan aktif dalam meredakan eskalasi konflik antara Israel dan Palestina. Dyah Roro Esti juga menegaskan bahwa dirinya bersama DPR-RI, Pemerintah dan rakyat Indonesia mendesak gencatan senjata atas dasar kemanusiaan dan menghentikan perilaku tidak berperikemanusiaan ini, secepatnya.
Diketahui bahwa banyak warga sipil di Palestina menjadi korban karena tentara Israel menargetkan tempat-tempat dengan konsentrasi penduduk yang tinggi, seperti rumah sakit, masjid, gereja, kamp pengungsi, sekolah, dan tempat berkumpul lainnya. Meskipun Israel mengklaim bahwa target serangannya adalah kelompok militan Hamas, serangan sporadis tersebut telah merenggut nyawa warga sipil, termasuk anak-anak. (pun/rdn)










