Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jakarta

Jakarta Tetap Terbuka, Tak Ada Operasi Yustisi bagi Pendatang, tapi Pramono Ingatkan Ini

×

Jakarta Tetap Terbuka, Tak Ada Operasi Yustisi bagi Pendatang, tapi Pramono Ingatkan Ini

Sebarkan artikel ini
Gubernur DKI Jakarta Pramono menegaskan bahwa Jakarta terbuka untuk semua, sebut tidak ada operasi yustisi bagi pendatang baru usai lebaran, tapi hal ini yang harus diperhatikan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono menegaskan bahwa Jakarta terbuka untuk semua, sebut tidak ada operasi yustisi bagi pendatang baru usai lebaran, tapi hal ini yang harus diperhatikan.

Suarapena.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kota ini tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang atau kembali. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, Pemprov tidak akan menggelar operasi yustisi bagi pendatang baru.

Hal itu disampaikan Pramono saat melepas puluhan ribu pemudik gratis di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). “Saat kembali ke Jakarta, Jakarta terbuka bagi siapapun,” ujarnya.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Meski tidak melakukan operasi yustisi, Pramono mengingatkan pendatang agar memiliki keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan dunia usaha. Menurutnya, kehidupan di Jakarta menuntut kerja keras dan kemampuan untuk memperbaiki kesejahteraan hidup.

Berita Terkait:  Jakarta Rayakan Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api, Ini Delapan Titik Perayaannya

“Jakarta tidak seperti yang digambarkan baik-baik saja. Harus bekerja keras dan punya kemampuan yang tepat. Kami sudah memutuskan tidak akan ada operasi yustisi,” kata Pramono.

Gubernur juga berpesan agar para pemudik menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama perjalanan. Ia menekankan masyarakat tidak menjanjikan pekerjaan di Jakarta kepada keluarga yang belum memiliki keterampilan memadai. “Jakarta terbuka bagi semua, tetapi jangan mengiming-imingi sesuatu yang ternyata sulit dijalani,” tuturnya. (sp/bj)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca