Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jakarta

Jakarta Rayakan Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api, Ini Delapan Titik Perayaannya

×

Jakarta Rayakan Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api, Ini Delapan Titik Perayaannya

Sebarkan artikel ini
Titik lokasi perayaan tahun baru 2026 di Jakarta tanpa kembang api hingga penggalangan dana untuk korban terdampak bencana di Sumatera dan lainnya.
Titik lokasi perayaan tahun baru 2026 di Jakarta tanpa kembang api hingga penggalangan dana untuk korban terdampak bencana di Sumatera dan lainnya.

Suarapena.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan penggunaan kembang api dalam seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru 2026. Meski demikian, perayaan malam pergantian tahun tetap digelar di delapan titik utama di Jakarta dengan konsep sederhana dan mengedepankan pesan kemanusiaan.

Delapan lokasi perayaan tersebut yakni Lapangan Banteng, kawasan M.H. Thamrin, Sarinah, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD, serta FX Sudirman.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, jumlah titik perayaan tahun ini dikurangi dari sebelumnya 14 lokasi menjadi delapan lokasi.

“Dari sebelumnya 14 titik, kini hanya delapan lokasi yang ditetapkan. Titik utama ada di Bundaran HI yang akan kami hadiri bersama Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah,” kata Pramono di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Pramono menjelaskan, pembagian kehadiran pejabat juga dilakukan di sejumlah lokasi lainnya. Perayaan di kawasan Kota Tua akan dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, sedangkan acara di Taman Lapangan Banteng akan dihadiri Wali Kota Jakarta Pusat.

Berita Terkait:  DKI Jakarta Hibahkan 14 Unit Mobil Damkar ke Kota Bekasi Hingga Karo

Sementara itu, kawasan Monumen Nasional (Monas) tidak ditetapkan sebagai lokasi perayaan massal. Namun, Pemprov DKI tetap menghadirkan pertunjukan video mapping tanpa mengundang kerumunan.

“Di Monas tetap ada video mapping, tetapi tanpa menghadirkan kerumunan,” ujar Pramono.

Adapun perayaan di Bundaran HI akan diisi dengan pertunjukan video mapping menggunakan drone tanpa kembang api. Tema yang diusung adalah kepedulian terhadap Sumatra. Konsep perayaan dibuat sederhana, termasuk dalam pemilihan lagu-lagu yang diperdengarkan.

“Kami minta suasananya sederhana. Lagu-lagu yang dipilih memberi semangat dan harapan, seperti ‘Jangan Menyerah’ dari D’Masiv,” ucap Pramono.

Selain hiburan, Pemprov DKI Jakarta juga mengintegrasikan penggalangan dana kemanusiaan dalam rangkaian perayaan tahun baru. Pemprov bekerja sama dengan BAZNAS BAZIS dan Bank Jakarta dengan menyediakan donasi melalui QRIS di titik-titik acara serta kanal digital yang dapat dipantau secara real time.

Berita Terkait:  Transjabodetabek Rute Baru, Mudahkan Mobilitas Warga Bekasi-Jakarta dengan Tarif Terjangkau

“Hingga saat ini dana awal yang terkumpul mencapai Rp 500 juta. Jumlah akhirnya akan kami sampaikan pada puncak pergantian tahun,” kata Pramono.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyatakan kesiapan untuk membantu daerah terdampak bencana dengan menyerap komoditas pangan dari wilayah tersebut. Penyerapan dilakukan melalui BUMD pangan milik Pemprov DKI Jakarta, seperti Dharma Jaya dan Food Station.

“Kami siap membeli produk apa pun yang dijual daerah terdampak, baik beras, cabai, daging, maupun kebutuhan pokok lainnya,” ujar Pramono.

Dengan konsep tanpa kembang api dan fokus pada solidaritas, Pemprov DKI berharap perayaan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca